Connect with us

Headline

Lurah-Camat ke Bali, Jangan Kaitkan Politik

-

MAKASSAR, BKM — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar memboyong lurah dan camat untuk plesiran ke Bali. Agenda jalan-jalan tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu (5-7/11).
Kegiatan itu menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, dilakukan di tengah pandemi covid-19, serta menjelang pemilihan wali kota Makassar.
Namun, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Ibrahim, menepis anggapan beredar yang mengaitkan keberangkatan ke Bali ada hubungannya dengan politik.
Dia mengatakan, keberangkatan para camat dan lurah ke Bali merupakan reward, penghargaan, dan ucapan terima kasih untuk camat dan jajarannya yang telah bekerja keras sehingga serapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bisa over target. Ibrahim menyebut, tahun ini realisasi PBB Makassar over target, mencapai 124 persen
“Ini sebenarnya kegiatan rutin yang dilaksanakan Bapenda setiap tahun. Memberikan reward atau penghargaan kepada teman-teman yang telah bekerja mencapai realisasi PBB,” ungkapnya saat dihubungi BKM, Kamis (5/11).
Namun, kata dia, tidak semua lurah diberangkatkan. Bapenda meminta para camat untuk merekomendasikan beberapa lurah yang dianggap berprestasi dan memiliki kontribusi besar dalam pencapaian target PBB.
“Kami minta ke camat untuk merekomendasikan siapa lurah yang bisa ikut dalam kegiatan ini. Jadi tidak semua berangkat. Yang dianggap berprestasi dan punya kontribusi dalam pencapaian PBB itu yang diikutkan. Ada beberapa camat yang berangkat. Sebagai bentuk penghargaan dan motivasi,” terangnya.
Dia berharap informasi yang beredar terkait keberangkatan lurah dan camat ke Bali diluruskan. “Mohon diluruskan informasi yang berkembang. Jangan sampai dikait-kaitkan dengan politik karena ada pilkada atau tidak. Ini program rutin kita,” tegasnya.
Selama di Bali, tambah Ibrahim, para camat dan lurah akan mengikuti sejumlah kegiatan. Di antaranya agenda best practise. Termasuk berkunjung ke salah satu lokasi pariwisata strategis, yakni Kabupaten Badung.
Alasannya, karena salah satu fokus yang akan dilaksanakan dari Pemkot Makassar saat ini adalah pemulihan ekonomi dan pariwisata.
“Namanya pariwisata, pastimi kiblatnya di Bali,” imbuhnya.
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin membenarkan agenda lurah dan camat ke Bali. Ditemui di rumah jabatannya, Rudy mengatakan dirinya mendapat laporan sekaitan keberangkatan perangkat kelurahan dan kecamatan tersebut.
“Memang ada pertemuan di Bali. Secara rinci saya tidak tahu kegiatannya. Yang jelas, saya dilaporkan akan ada kunjungan ke sana. Saya bilang silakan, sepanjang itu memberi manfaat untuk kita semua,” terangnya.
Rudy menekankan, dirinya adalah orang yang selalu berpikir positif konstruktif. Dia selalu melihat sisi positif dari sebuah kegiatan.
Bahwa kegiatan yang saat ini diikuti para lurah maupun camat, harapannya bisa menumbuhkan motivasi yang lebih kuat untuk bekerja di tengah masyarakat.
Selain itu, akan memberi rasa percaya diri bahwa apa yang telah mereka lakukan mendapat penghargaan dan apresiasi dari pemerintah kota.
“Saya adalah tipe yang senang melihat dari sisi positifnya. Keringat orang satu tetes harus diapresiasi. Jangan sudah berkeringat kita tinjau sisi negatifnya. Itu akan mematikan kita punya semangat kerja. Dan itu kadangkala sering mendominasi aktifitas kita sehari-hari, akhirnya semua kegiatan kita menjadi lambat. Berpikir negatif itu akan menjauhkan rezeki. Begitu pula sebaliknya. Kita ingin Makassar penuh tumpahan rezeki, karena itu mari kita berpikir positif,” tandas Rudy.
Keberangkatan para camat dan lurah dengan agenda Pekan Panutan PBB itu mendapat pembenaran dari banyaknya dokumentasi para lurah di beranda media sosial masing-masing. Mereka memposting keberadaannya yang tengah berada di Pulau Dewata, kemarin.
“Lurah saya berangkat semua, tanpa terkecuali. Tidak ada diskriminasi. Semua dapat bonus ini untuk berangkat, karena realisasi PBBnya mencapai target semuanya. Kalau ada mengaitkannya ke hal lain, saya tidak mengerti dikatkan dengan apa,” ujar Camat Ujung Tanah Andi Unru. Ia baru saja mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai International Airport Bali, kemarin.
Hal berbeda ditunjukkan beberapa camat lainnya. Mereka memilih tidak mengangkat gawainya dan lebih memilih menolak panggilan masuk. (rhm-jun)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini