Connect with us

Headline

Silaturahmi Jadi Ruh Kerja Sama Tim

-

Ketua Bawaslu Selayar Suharno

LATAR belakang pendidikan di bidang hukum sejalan dengan pekerjaannya kini. Suharno yang bertitel sarjana hukum mendapat amanah sebagai ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Selayar.

SUHARNO mengaku tertarik mempelajari hukum pemilu, tugas dan wewenang Bawaslu yang bersinggungan dengan persoalan penegakan hukum. Mengenyam materi di bangku kuliah Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, ia kemudian memilih profesi sebagai lawyer yang bersentuhan langsung dengan masalah hukum, lalu masuk di jajaran komisioner Bawaslu.
”Bawaslu diberikan kewenangan adjudikasi (semi peradilan) yang putusannya bersifat final dan mengikat, khususnya dalam sengketa proses pemilu. Sebagai orang yang berlatar belakang ilmu hukum, saya tertarik untuk masuk dan bergabung,” tuturnya.
Suka serta duka telah ia temui selama menjabat. Dukanya, kata dia, di antaranya pihaknya kerap mendapat kritikan terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pendidikan pelanggaran pemilu, baik dari peserta maupun masyarakat pegiat kepemiluan. Sukanya, dirinya bisa menambah pengalaman dan pengetahuan hukum, khusunya hukum pemilu.
Sebagai seorang yang berprofesi advokat, Suharno telah mendampingi banyak klien di dunia peradilan. Tak hanya pidana biasa, tapi sudah malang melintang menjadi pengacara berbagai perkara. Soal perkara kepemiluan, ia sudah wira-wiri menjadi advokat perkara perselisihan hasil pemilu yang disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Pengalamannya di dunia hukum membuat Suharno diamanahi sebagai koordinator divisi hukum, informasi dan data. Ia mengakui, hukum pemilu di Indonesia selalu dinamis jika dibandingkan dari pemilu ke pemilu. Bahkan, pengaturan pelaksanaan pemilu juga bisa berubah sewaktu-waktu.
Untuk itu, penyelenggara pemilu harus terus menerus aktif memperbarui pemahaman dan pengetahuannya. “Jika tidak terus mengikuti perkembangan informasi, penyelenggara pemilu bisa kebingungan,” kata Suharno.
Menjadi komisioner Bawaslu Selayar sejak Agustus 2018, Suharno mengakui ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika bekerja dengan ikhlas. Di antaranya, pekerjaan yang terlihat berat akan menjadi ringan karena dilakukan dengan sepenuh hati.
”Kalau kita serius dan diawali karena mencintai pekerjaan, maka seberat dan serumit apapun masalah yang dihadapi akan mudah terurai dan teratasi,” tuturnya.
Setelah bekerja ikhlas dan cermat, lanjutnya, maka tidak lupa harus bekerja sama. Silaturahmi adalah ruh dari kerja sama tim, di mana setiap individu yang terlibat memberikan segala daya dan upaya untuk bersama-sama bekerja mencapai tujuan. (min/b)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini