Connect with us

Headline

Jasad Pelajar di Pinggir Kanal Diduga Dibunuh

-

IST EVAKUASI-Jasad Muh Alimuddin dievakuasi ke Puskesmas Bajeng sebelum dibawa ke RSU Bhayangkara, Makassar.

GOWA, BKM — Minggu pagi (8/11) pukul 06.40 Wita. Suasana di Inspeksi Kanal Dusun Kampung Beru, Desa Panyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa tempak ramai.
Sesosok mayat remaja lelaki ditemukan di lokasi tersebut. Mengenakan baju kaus warna hitam, serta celana jins warna senada. Di dagunya masih terpasang masker warna biru. Sendal jepit tergeletak tak jauh dari kakinya.
Belakangan diketahui, remaja berusia 17 tahun itu bernama Muh Alimuddin. Warga Bajeng, Gowa ini ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di pinggir jalan.
Posisinya telentang menghadap ke atas. Ia diduga menjadi korban pembunuhan. Di bagian perut sebelah kiri terlihat luka menganga, diduga bekas tusukan benda tajam.
Petugas dari Polsek Bajeng yang datang ke lokasi kejadian tak lama berselang, langsung mengevakuasinya. Tempat penemuan lalu dipasangi garis polisi untuk keperluan olah TKP oleh tim Inafis Polres Gowa.
Jajaran Polsek Bajeng langsung melakukan prosedur penanganan dengan membawa mayat korban ke Puskesmas Bajeng, untuk selanjutnya dirujuk guna diotopsi di RSU Bhayangkara, Makassar.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi BKM, Minggu (8/11) pukul 09.00 Wita, membenarkan penemuan jasad korban. “Setelah identifikasi oleh tim Inafis di TKP, diketahui korban bernama Muh Alimuddin, siswa salah satu SMA di Bajeng. Saat ditemukan oleh warga, korban dalam keadaan telentang menghadap ke atas. Terdapat luka tusukan pada bagian perut,” jelas AKP Mangatas Tambunan.
Untuk penanganan kasus tersebut, lanjut AKP Mangatas Tambunan, Kapolsek Bajeng Iptu Sunardi bersama personelnya telah mendatangi TKP. Selanjutnya berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Gowa untuk menggelar olah TKP.
“Jasad korban sudah dibawa ke RSU Bhayangkara untuk keperluan otopsi. Soal apa motif kejadiannya, pihak kepolisian sedang bekerja,” tambah AKP Mangatas Tambunan.
Dari hasil olah TKP yang dilakukan polisi, ditemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit gawai merek Vivo warna biru hitam, satu unit sepeda motor Yamaha Mio bernomor plat DD 6124 QN, sepasang sandal jepit, sebilah badik yang terselip di pinggang korban, serta kunci sepeda motor Honda. 
“Dari beberapa barang bukti yang diamankan, diharapkan akan menjadi petunjuk untuk mengungkap modus maupun motif sekaligus siapa pelaku atas kematian korban,” tandas AKP Mangatas.
Kapolres Gowa AKBP Budi Susanto yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan untuk perkembangan kasus akan dirilis kemudian. Ia meminta kepada semua pihak untuk memberikan waktu kepada pihak kepolisian guna melakukan penyelidikan, pendalaman dan pengembangan atas kasus tersebut.
“Atas nama Polres Gowa, saya selaku kapolres menyampaikan turut berduka cita atas korban. Saya mengimbau kepada pihak keluarga untuk tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan lain yang dapat  merugikan siapapun. Saya juga berpesan agar menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Polres Gowa akan bekerja secara profesional. Jadi serahkan semuanya ke polisi,” kata AKBP Budi Susanto. (sar)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini