Connect with us

Headline

Penyelenggara Lemah!

Peristiwa Berdarah saat Debat, KPU dan Bawaslu Makassar Dikritik

-

MAKASSAR, BKM — Debat perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar di Jakarta, Sabtu malam (7/11) akhirnya menelan korban. Salah seorang tim dan relawan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar nomor urut dua Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman), Muharram Madjid alias Musjaya ditikam oleh orang tak dikenal.
Hingga dini hari, Minggu (8/11), Appi-Rahman berada di Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk, Jakarta. Bersama timnya, mereka mendampingi Musjaya hingga pukul 01.00 WIB. Pihak RS meminta seluruh penjenguk berada di luar gedung, lantaran korban harus menjalani operasi.
Appi-Rahman menuju RS Siloam setelah mengakhiri debat publik pertama Pilwali Makassar pukul 21.30 WIB. Sempat menyayangkan kejadian tersebut, Appi-Rahman kemudian memberikan instruksi kepada seluruh pendukung dan relawannya untuk tetap tenang.
“Saya Munafri Arifuddin sangat menyayangkan kejadian yang menimpa saudara saya ini. Kami sangat berharap kepada seluruh teman-teman simpatisan, pendukung dan relawan di manapun berada, mari kita menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang terjadi kepada saudara kita Mus,” ujarnya.
Dikatakan Appi, pemilihan wali kota hakikatnya mencari pemimpin yang terbaik untuk lima tahun ke depan. Jangan jadikan pilwali ini sebagai ajang untuk saling menghancurkan satu dengan yang lainnya.
Appi juga menyebut, pilwali adalah bentuk rivalitas antarpaslon yang mengedepankan gagasan dalam bertarung dan saling menghargai satu sama lain.
“Pemilihan wali kota ini antarkandidat bukan musuh, tetapi ini rivalitas. Kalau kita bicara rivalitas, kita bicara respek. Kalau kita menghargai respek kita akan menjadi pribadi yang lebih baik. Kita akan mengerti tatanan apa yang terjadi dan harus diperbaiki di masyarakat,” katanya.
Olehnya itu, menyikapi kasus ini sekali lagi ia meminta secara tegas kepada seluruh pendukungnya untuk tidak melakukan aksi balas dendam.
“Sekali lagi saya sampaikan kepada seluruh pendukung Appi-Rahman, mari kita jaga kondisi ini. Tidak ada yang namanya istilah balas dendam. Ini adalah pilkada. Kita harus menghargai proses pilkada ini untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” tandasnya.
Juru bicara pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma), Indira Mulyasari Paramasiti menyatakan ikut prihatin atas kejadian tersebut. “Kami turut prihatin dengan kejadian ini. Kami mendoakan semoga cepat pulih Abang Mus. Pada saat kejadian banyak aparat yang sedang bertugas. Mari menunggu keterangan resmi dari pihak berwajib yang memang mempunyai kewenangan untuk itu,” kata Indira, kemarin.
Juru bicara pasangan nomor urut empat Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (Imun), Muwafiq enggan mengomentari insiden yang terjadi dan menimpa pendukung pasangan calon jelang debat dilaksanakan.
“Saya tidak dalam kapasitas untuk mengomentari. Itu di luar konteks dan bukan ranah kami untuk berkomentar,” ujarnya.

Laman: 1 2 3

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini