Connect with us

Headline

Peringatan Maulid di Masjid Besar Mamajang

-

MAKASSAR, BKM — Dr H Mujetaba mengutarakan, Nabi Muhammad Saw adalah pembaharu sosial, panutan moral, simbol organisasi, setia, pendamping yang nyaman, suami sejati dan ayah yang mencintai. Semua itu menyatu dalam dirinya.
Hal itu disampaikan pada peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan di Masjid Nurul Jihad Jalan Tupai Makassar, Senin malam (9/11). Kegiatan dihadiri umat muslim dan muslimah, serta kalangan remaja. Hadir camat Mamajang yang diwakili Jamaluddin, Ketua Umum Yayasan Masjid Nurul Jihad Prof Dr Hery Tahir, Ketua Pembina H Siang Russeng, Sekretaris Dr Azis Nojeng, Wakil Sekretaris Budi Rudi, para pengawas serta pengurus yayasan.
Lebih jauh Mujetaba mengatakan, Allah menciptakan bumi ini untuk dihuni dan dimanfaatkan segala isinya bagi kebutuhan manusia. Nabi Muhammad diturunkan menjadi rahmatan lilalamin. Penyelamat kemanusiaan. Menyelesaikan segala masalah sampai mampu mendatangkan perdamaian dan kebahagiaan.
”Rasulullah telah memberi makna baru bagi agama. Baginya, agama adalah konsep hidup yang amat komprehensif. Agama adalah tata dan gaya hidup. Ideologi yang mampu menembus ruang dan waktu, serta pergerakan yang selalu siap mengisi kebutuhan dasar manusia untuk selamanya,” kata Mujetaba.
Lebih khusus tentang peranan wanita diuraikan Mujitaba. Ia menilainya tak memiliki tandingan. Mulai dari peran masa hamil, melahirkan, menyusui dan membesarkan anak. Semuanya telah menyatu dalam diri perempuan. Sehingga Allah firmankan, kalau ada yang bertanya tentang perempuan, katakanlah bahwa surga itu ada di bawah telapak kaki ibu.
Jamaluddin yang mewakili camat Mamajang, mengatakan segala sesuatu yang akan dan terjadi di bumi adalah kehendak Allah Wwt. Tak terkecuali menyebarluasnya virus corona. Allah tidak mungkin menghentikan penularannya tanpa upaya dari setiap individu.
”Allah tidak akan mengubah sesuatu yang ada pada seseorang/pada satu kaum, kecuali ia sendiri mengubahnya. Jadi cara mengubah pademi yang mewabah itu harus dengan protokol kesehatan. Yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dalam berinteraksi dengan seseorang, serta meningkatkan daya tahan tubuh,” tandasnya.
Dikatakan Jamaluddin, sistem perlawanan warga kota terhadap covid-19 yang dilakukan selama ini telah berakar dan membudaya, serta sudah membuahkan hasil. Indikator utamanya, seseorang sudah malu keluar rumah tanpa memakai masker. ”Kebiasaan ini harus terus dilestarikan, hingga pandemi berakhir,” ujarnya. (zai)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini