Headline

Suami Istri Belia Otaki Pembunuhan Pelajar


Sembilan Orang Ditangkap, Empat Masih di Bawah Umur

IST TERSANGKA PENBUNUHAN-Penyidik Reskrim Polres Gowa merilis kasus pembunuhan di Bajeng setelah menangkap sembilan orang tersangka.

GOWA, BKM — Motif dan pelaku pembunuhan terhadap MA (17), akhirnya berhasil diungkap jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Gowa. Korban yang merupakan seorang pelajar SMA di Kecamatan Bajeng, mengembuskan napas terakhir karena dikeroyok lalu ditikam.
Terkait peristiwa berdarah yang terjadi, Minggu (8/11) dinihari itu, polisi telah mengamankan sembilan orang. Lima di antaranya usia dewasa, yakni Ar Ag, Iq, Ib, dan Mi. Sementara empat lainnya masih di bawah umur, masing-masing Ad, Fa, Ri, serta Sa.
Yang lebih mengejutkan, karena pembunuhan tersebut diotaki pasangan suami istri yang masih berusia belia, yakni Fa dan Ad. Bahkan keduanya masih di bawah umur. Fa berusia 16 tahun, sementara istrinya 15 tahun. Oleh polisi, Fa bersama istri dan tujuh rekannya kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Satreskrim Polres Gowa merilis kasus ini, Selasa malam (10/11) di halaman mapolres. Seluruh tersangka dihadirkan. Mereka mengenakan baju tahanan berwarna oranye.
Penangkapan para tersangka dilakukan aparat kepolisian dalam waktu 1×24 jam usai ditemukannya mayat korban di dekat kanal Bajeng, dengan telentang dan perut robek.
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir, menyebut bahwa sebenarnya ada 10 orang pelaku dalam kasus ini. Namun baru sembilan yang berhasil diringkus. Satu lainnya, yakni bernama Ds masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Keberadaannya masih dicari oleh Tim Anti Bandit Polres Gowa.
Menurut Jufri, pembunuhan ini bermotif asmara. ”Setelah beberapa hari kita melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, ternyata dalangnya adalah pasangan suami istri Fa dan Ad. Kami sudah menangkap keduanya bersama tujuh orang pelaku lainnya. Mereka berhasil ditangkap dalan waktu 1×24 jam setelah ditemukannya mayat korban. Masih ada satu orang pelaku yang DPO dan sementara dicari oleh Tim Anti Bandit,” ungkap AKP Jufri Natsir.
Peristiwa ini berawal dari rasa cemburu Fa terhadap Ad. Pemicunya, Fa mendapati percakapan melalui WhatsApp di gawai antara istrinya dengan korban.
Ketika Fa mencari tahu kebenarannya, Ad mengelak. Ia membantah menjalin hubungan asmara dengan korban. Justru sebaliknya yang disampaikan Ad. Dia berdalih, korban yang selalu mengganggu dirinya melalui chattingan di WA.
Rasa cemburu Fa akhirnya berubah menjadi amarah. Dia pun ingin membuat jera korban. Rencana suaminya itupun didukung penuh oleh Ad. Seolah tak ada hubungan dengan korban, Ad membantu melancarkan niat sang suami.
Suami istri ini lalu menyusun rencana. Ad menghubungi korban lewat chatingan WA. Dia mengajak korban ketemuan di suatu tempat di Bajeng. Pinggir kanal yang sepi pun disepakati. Kemudian pelaku utama menghubungi teman-temannya. Dia menyampaikan awal masalah yang dihadapi istrinya.
Tanpa menunggu lama, mereka yang berjumlah 10 orang lalu berangkat ke lokasi yang telah disepakati. Sesampai di TKP, ternyata korban sudah lebih dahulu tiba. Ad dan Fa mengatur skenario.
Fa dan teman-temannya yang lain bersembunyi di tempat sepi. Sedang Ad berada di motornya sendirian. Saat Ad terlihat oleh korban, ia langsung mendekati Ad lalu kemudian memeluknya. Saat dipeluk itulah Ad berteriak.
Di saat bersamaan muncullah pelaku utama bersama dua rekannya, yakni Mi dan Sa. Korban lalu dipukuli oleh Mi dan Sa, sedang Fa langsung menikam korban kebagian perut menggunakan badik yang telah dibawanya dari rumahnya. Tikaman senjata tajam itu membuat organ perut korban keluar.
Dijelaskan kasat, antara korban dan pelaku Ad sering berkomunikasi lewat WA. Mereka bertemu dan berkenalan di sebuah tempat servis arloji. Hingga akhirnya antara Ad dan korban kerap menjalin komunikasi melalui WA.
”Dari pengakuan pelaku utama, motifnya adalah siri’ (aib keluarga). Jadi memang rencana ini sudah diatur dari awal. Sudah ada perencanaan. Motifnya cemburu, karena menurut pelaku, istrinya sering diganggu oleh korban,” papar Jufri.
Kesembilan tersangka, tambah AKP Jufri, dijerat pasal 80 ayat 3 KUHP tentang Anak, dan UU No 35 tahun 2004 dengan ancaman 15 tahun penjara. (sar)

Komentar Anda





Comments
To Top
.