Connect with us

Headline

Unibos dan DPRD Sulsel Terapkan 3M

Untuk Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

-

Dr Abdul Haris

MAKASSAR, BKM — Pandemi covid-19 telah berimbas kepada berbagai aktivitas. Tak terkecuali dunia pendidikan dan perkantoran.
Akibat pandemi yang terjadi, aktifitas belajar mengajar, baik di sekolah maupun di kampus-kampus tidak bisa dilakukan secara tatap muka. Walaupun ada agenda yang mengharuskan pertemuan langsung, diatur secara ketat dengan menerapkan protokol kesehatan.
Kondisi itu juga dirasakan seluruh civitas akademika Universitas Bosowa (Unibos) Makassar. Seperti disampaikan Wakil Rektor III Unibos Dr Abdul Haris,SH,MH dalam talkshow Harian Berita Kota Makassar, Rabu (11/11) yang dipandu Muh Arsan Fitri
“Proses belajar mengajar diatur pemerintah. Sampai saat ini masih menggunakan sistem daring. Walaupun sudah banyak desakan dari berbagai pihak untuk tatap muka, tapi selama kebijakan belum dicabut, kami tetap mengikuti aturan,” jelasnya.
Untuk kegiatan lain, lanjut dia, pihaknya mengombinasikan antara offline dan daring. Seperti mahasiswa yang akan seminar dan lainnya. Itupun dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Jika ingin masuk kampus Unibos, kata dia, ada pemeriksaan yang dilakukan sekuriti kampus. Siapapun yang tidak menggunakan masker, termasuk pejabat, tidak diperbolehkan masuk ke kampus.
Unibos juga menyiapkan tempat cuci tangan di beberapa lokasi. Jadi sebelum masuk ruangan, harus cuci tangan dulu. Selain itu, pihak yayasan juga membekali para dosen dan pegawai dengan hand sanitizer yang bisa dibawa dan digunakan kapan saja.
Abdul Haris menyadari betul pentingnya penerapan protokol kesehatan, khususnya 3M untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sehingga aktifitas memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak merupakan hal wajib yang harus diterapkan di lingkungan kampus.
Dan tak lupa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
“Penerapan 3M betul-betul sangat besar pengaruhnya. Virus corona bisa kita hindari ketika rajin cuci tangan, senantiasa jaga hubungan, jaga jarak dengan orang lain. Sehingga tidak ada jalan lain, standar 3M harus didisplinkan,” terangnya.
Selain itu, ada kebijakan yang spesial dilaksanakan di kampus Unibos, yakni mengagendakan rapid tes dan swab bagi manajemen dan dosen di kampus tersebut untuk mengetahui kondisi mereka.
Unibos sebagai kampus yang memiliki fungsi Tri Dharma Pergururan Tinggi, sehingga lewat program KKN pihaknya ikut secara massif mensosialisasikan pencegahan covid-19.
“Kami sekarang terjunkan 600 lebih mahasiswa KKN. Programnya percepatan penanganan covid, bagi-bagi masker, hand sanitizer, dan desinfektan. Kita berbagi tugas untuk itu,” jelasnya.
Khusus selama pandemi covid-19 ini, mahasiswa KKN tidak diterjunkan ke daerah, namun hanya fokus di Makassar. Hal itu dilakukan untuk menghindari persepsi bahwa Makassar merupakan daerah episentrum.

Laman: 1 2 3

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini