Headline

Aslam Beber Prestasi Gowa di Hari Jadi ke-700


BKM/SAR PENGHARGAAN-Pjs Bupati Gowa Andi Aslam Patonangi menyerahkan penghargaan kepada perwakilan OPD berprestasi atas kinerjanya pada peringatan Hari Jadi Gowa ke-700, Selasa (17/11).

GOWA, BKM — Hari Jadi Gowa (HJG) ke-700 diperingati secara sederhana di gedung DPRD, Selasa (17/11) pukul 10.00 Wita. Hadir Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara, Forkopimda, para anggota dewan, pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa, serta para camat.
Hadir pula sesepuh masyarakat Gowa. Di antaranya Andi Kumala Andi Idjo Karaeng Lembang Parang Raja Gowa ke 38, Adnan Purichta Ichsan, Abd Rauf Malaganni Kr Kio, Ketua MUI Gowa KH Abubakar Paka. Juga para mantan ketua DPRD Gowa, seperti Mallingkai Maknun, Ansar Usman dan lainnya.
HJG yang ditandai rapat paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Gowa Rafiuddin Raping, didampingi tiga wakil ketua, masing-masing Andi Tenri Indah, Zulkifli AT, dan Resqiyah Hijaz.
Dalam paripurna yang dihadiri tetamu berpakaian adat Makassar itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Gowa Andi Aslam Patonangi menyampaikan orasinya terkait seluruh program pembangunan Gowa kurun empat tahun berjalan.
Salah satu yang ditegaskan Aslam adalah peningkatan kualitas hidup manusia di sektor kesehatan. Dalam agenda RPJMD 2016-2021 lebih diarahkan pada program kesehatan gratis, peningkatan standar pelayanan kinimal dan peningkatan puskesmas non perawatan (non rawat inap) menjadi rawat inap.
Dikatakan Aslam, substansi dari program kesehatan gratis di Gowa tetap dilaksanakan hingga saat ini melalui program integrasi jaminan kesehatan nasional. Pemerintah Kabupaten Gowa telah mengalokasikan anggaran yang terus meningkat dari setiap tahunnya ke dalam APBD Gowa. Tercatat sebesar Rp 2,21 miliar di tahun 2016, kemudian meningkat menjadi Rp 45,1 miliar di tahun 2020.
Sementara itu, tambah Aslam, pada sektor pendidikan, Gowa telah melakukan sejumlah program peningkatan SDM, seperti pendidikan karakter Imtaq Indonesia, Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan, Investasi SDM Seperempat Abad, serta Kabupaten Gowa Kabupaten Pendidikan (GKP). Semuanya merupakan program pertama di Sulsel.
Dikatakan Aslam, Gowa memang telah komitmen pada pembangunan bidang pendidikan. Hal itu tercermin dari besaran pengalokasian anggaran terhadap urusan pendidikan berdasarkan data neraca pendidikan daerah Kemendikbud tahun 2018. Besaran anggarannya tertinggi di Sulsel, yakni tercatat 14,44 persen menggunakan APBD murni dan 32,23 persen transfer daerah. Sementara di tahun 2019 alokasi APBD murni ditingkatkan lagi sebesar 16,21 persen dan dana transfer sebesar 31,08 persen.
Dari semua program pendidikan Gowa ini, Kemendikbud memberikan penghargaan berupa Anugerah Kihajar 2019 sebagai kabupaten yang memiliki komitmen dan kepedulian kepala daerah dalam mengembangkan sektor pendidikan melalui peningkatan kompetensi SDM teknologi informasi. Juga Anugerah Pendidikan Indonesia kategori kepedulian dalam peningkatan kompetensi dan mutu pendidikan di Indonesia dari Ikatan Guru Indonesia, serta penghargaan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel kepada SDN Unggulan Bontomanai.
Sementara pada pertumbuhan ekonomi, Gowa kata Aslam, tercatat sebesar 7,46 persen selama empat tahun terakhir. Pertumbuhan konsisten tumbuh di atas 7 persen, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulsel dan nasional. 
“Secara mikro capaian tersebut juga tergambar dari jumlah nominal simpanan masyarakat Kabupaten Gowa pada bank umum dan BPR yang terus mengalami peningkatan. Di tahun 2016 sebesar Rp1,602 triliun. Di bulan Agustus 2020 tercatat sebesar Rp3,360 triliun,” beber Aslam.
Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya, sangat memuji pembangunan Gowa yang berlangsung dari masa ke masa. Salah satunya karena banyak mendapatkan kucuran pembangunan nasional. Di antaranya pembangunan bendungan Jenelata dan lainnya.
Ia juga mengapresiasi banyaknya prestasi yang diraih daerah ini. Karena itu, Andi Sudirman berharap Gowa terus berkiprah menggali potensi yang dimiliki agar makin melaju.
Peringatan HGJ ini berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh tamu yang datang menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Mereka juga wajib menggunakan masker. 
Sekretaris DPRD Gowa Muh Yusuf Sampera selaku penanggung jawab rapat paripurna dalam rangka HJG, menegaskan pihaknya tetap menerapkan prokes 3M.
“Jadi tetap kita terapkan protokol kesehatan, sebab ini kewajiban penuh dalam memutuskan mata rantai penyebaran covid-19. Apalagi kita menggelar paripurna peringatan hari jadi Gowa, sehingga semua betul-betul harus steril, bermasker, jaga jarak dan tidak bergerombol,” kata Yusuf Sampera. (sar)

Komentar Anda





Comments
To Top
.