Headline

Disdik Sulsel Target Sekolah Tatap Muka Awal 2021


MAKASSAR, BKM — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Jufri, menargetkan pembelajaran tatap muka di sekolah bisa terlaksana awal tahun depan. Ia berharap kasus covid di Sulsel bisa semakin terkendali.
“Kalau dicermati bisa tahun depan, tapi belum tahu. Kita harus tetap waspada dan menunggu kebijakan terakhirnya. Sekolah-sekolah terus kami dorong mempersiapkan diri,” ucap Muhammad Jufri, kemarin.
Kendati begitu, ia mengakui sampai saat ini, kepastian untuk kembali dibukanya sekolah belum ada, walaupun jumlah kasus positif covid-19 terus melandai.
“Sejauh ini, informasinya terus melandai. Tentu kami berharap ini semakin melandai lagi. Kalau kami menginginkan segera dibuka agar bisa beraktifitas,” kata Jufri.
Namun, ia mengatakan tidak ingin gegabah dan terus berkoordinasi meminta arahan gubernur. “Sampai sekarang masih pada posisi mengimbau sekolah mempersiapkan diri memasuki masa itu, (sekolah dibuka),” tandas Jufri.
Jadi, menurut Jufri, kalau tiba-tiba diumumkan sekolah sudah boleh dibuka semua telah siap. “Ini masih dalam tataran mempersiapkan. Kapanpun jika dibuka, sekolah sudah siap,” jelasnya.
Ada beberapa yang perlu diperhatikan oleh cabang dinas di kabupaten/kota dalam menyambut sekolah tatap muka nanti. Antara lain, mengaktifkan atau mendisplinkan guru dan siswa untuk tetap memakai masker.
Kedua, melakukan edukasi secara terus menerus tentang protokol kesehatan kepada seluruh siswa yang dapat dilakukan dengan mengawal dan mengakhiri proses pembelajaran daring.
Selanjutnya, meningkatkan imunitas tubuh dan aktif berolahraga serta mengonsumsi nutrisi yang menjaga stabilitas tubuh.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan pihak sekolah boleh saja melakukan kegiatan tatap muka, namun harus mendapat persetujuan dari orang tua siswa. Setelah itu menyampaikan ke Dinas Pendidikan. Lalu akan ditindaklanjuti oleh Disdik dan Dinas Kesehatan untuk betul-betul memastikan kesiapannya.

Pelanggar Prokes Bertambah

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar Iman Hud, mengatakan tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terus menurun. Hal itu berbanding terbalik dengan pelanggar yang ditemukan di lapangan yang angkanya terus bertambah. Bahkan mencapai 5 persen.
Menurut Iman, digantikannya Gugus Tugas menjadi Satuan tugas (Satgas) belum menunjukkan kontribusi dalam menekan jumlah kasus per hari. Masih banyak pelanggar protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker dan abai menjaga jarak.
“Kita rutin lakukan edukasi bagi pengguna jalan. Salah satunya di Jalan Nusantara. Jika dibanding awalnya kita melakukan edukasi, saat ini terjadi kenaikan sekitar 5 persen pengendara yang mengabaikan protokol kesehatan. Dari sekitar 2.000 orang yang melintas di jalan itu,” ujar Iman, Selasa (17/11).
Iman menilai, masyarakat cenderung menganggap covid-19 sudah tidak berbahaya lagi, sehingga mereka semakin abai terhadap protokol kesehatan yang seharusnya tetap dijalankan.
“Yang diramalkan oleh epidemiologi sudah terbukti. Ini sudah terjadi kenaikan kasus. Dari rt 0,7 menjadi 1,1. Kita berharap bisa kembali melandai,” ucapnya.
Iman mendorong agar pemerintah tetap fokus dan terus tidak sampai lalai dalam tugas pencegahan penyebaran dan penanganan covid-19. Sebab jika itu terjadi, dampaknya akan sangat fatal dan berbahaya. Terlebih kasus positif dari hari ke hari terus meningkat.
Tim Epidemiologi asal Universitas Hasanuddin Makassar Ansariadi, sebelumnya menyebut tren kasus baru covid-19 mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Terlihat dari angka penularan (Rt) menjadi 1,1 persen. Padahal pekan sebelumnya telah sempat menyentuh 0,77 persen.
Dia berharap agar pemerintah dalam hal ini tim gugus tugas penanganan covid-19 segera melakukan trace dan testing segera, serta kembali lebih mengintensifkan pencarian kasus. (rhm-nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.