Headline

Oknum Polisi Siapkan Sabu untuk Dikonsumsi


Anggota DPR RI Prihatin

BONE, BKM — Fakta baru diungkap Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone. Oknum polisi berinisial AN yang berpangkat briptu, ternyata menyediakan narkotika jenis sabu untuk dikonsumsi rekannya yang telah diciduk sebelumnya.
Hal itu disampaikan Kepala BNNK Bone AKBP Ismail Husein dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (17/11). Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap tiga orang yang ditangkap, satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, yakni lelaki berinisial WG.
“Satu orang kita tetapkan tersangka berdasarkan bukti kepemilikan dua saset sabu. Dari pengakuan dua orang lainnya yang diamankan, menerangkan bahwa memang mereka mengonsumsi sabu tapi sudah lama. Hanya kebetulan mereka ada di rumah itu waktu penangkapan,” ungkap AKBP Ismail.
Menurut Ismail, dari hasil pemeriksaan dan tes urine terhadap kedua pelaku, yakni lelaki WS dan H, semuanya positif sabu. Selanjutnya mereka akan diasesmen, apakah akan direhab jalan atau rehab inap.
Dari keterangan WS dan H, mereka terakhir menggunakan narkoba jenis sabu pada Sabtu, 7 November lalu. Kala itu ia melakukannya bersama oknum anggota polisi berinisial AN yang bertugas di Polres Bone.
“Dari pengakuan WS dan H, mereka sudah sering konsumsi narkoba bersama oknum Briptu AN. Narkoba tersebut disediakan oleh Briptu AA, kemudian digunakan secara bersama di rumah milik tersangka WG. Dalam waktu dekat kami akan panggil oknum AN untuk dimintai keterangan,” tandasnya.
Paur Humas Polres Bone Ipda Rayendra yang dikonfirmasi, menegaskan bahwa setelah dilakukan tes urine terhadap AN, hasilnya positif mengonsumsi sabu. Karenanya, ia terancam mendapatkan sanksi.
“Saat ini AN masih dalam penanganan Propam Polres Bone. Setelah berkas perkaranya siap akan disidangkan disiplin atau kode etik,” tegas Ipda Rayendra.
Andi Singkeru Rukka, salah seorang aktivis di Bone, menegaskan bahwa tindakan tegas harus diberikan kepada oknum aparat kepolisian jika terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Sebab mereka seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat, tapi malah justru menyediakan barang untuk dikonsumsi bersama.
”Jika tidak ada tindakan tegas terhadap oknum seperti ini, jangan harap masyarakat bisa percaya dengan penegak hukum. Meskipun sebenarnya ini hanya ulah oknum, tapi tetap mencoreng institusi kepolisian secara umum,” tandas Andi Singke, sapaan akrabnya.
Bila perlu, lanjut doktor hukum ini, hukuman yang paling berat selain sanksi pidana adalah pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Dengan begitu, bisa menjadi contoh bagi yang lainnya bahwa pihak kepolisian serius dalam melakukan pemberantasan narkoba.

Anggota DPR RI Prihatin

Dihubungi secara terpisah melalui sambungan telepon, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Wajo, Soppeng, Bone, Bulukumba dan Sinjai, Andi Akmal Pasluddin menyatakan keprihatiannya atas adanya oknum kepolisian yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah Polres Bone.
“Tentu prihatin dan berharap pimpinan Polres Bone bisa membina dan mengawasi anggotanya dengan baik,” ujar legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, kemarin.
Mantan wakil ketua DPRD Provinsi Sulsel ini, menegaskan bahwa kasus narkoba merupakan kejahatan yang besar. “Karena kejahatan narkoba merusak generasi muda kita,” jelas mantan ketua DPW PKS Sulsel ini.
Apresiasi diberikan Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sulawesi Selatan terhadap kerja Polres Bone dan BNNK Bone yang serius mengungkap, serta menindak tegas pelaku penyalahgunaan narkotika. Termasuk kepada oknum kepolisian.
Ketua Granat Sulsel Jamil Misbah mengatakan, kasus dua oknum anggota kepolisian di Kabupaten Bone yang terseret dalam pusaran kasus narkotika jenis sabu menjadi preseden buruk bagi institusi penegak hukum. Karena seharusnya mereka menjadi contoh yang baik, justru melakukan perbuatan melawan hukum.
“Dengan terungkapnya kasus tersebut, menjadi tugas besar dari lembaga baik BNNK maupun kepolisian untuk melakukan pendalaman. Kami mengapresiasi kerja dari BNNK dan Polres Bone yang berhasil ungkap dan menangani kasus ini,” kata Jamil, Selasa (17/11).
Granat Sulsel menyatakan sikap untuk mengawal proses penegakan hukum terhadap dua oknum polisi tersebut. Jamil percaya kepolisian dapat menegakkan hukum tanpa pandang bulu. (*-arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.