Headline

Gandeng NGO Jahit 4.000 Masker, Distribusi Libatkan PKK


Dinas P3A Kota Makassar Berinovasi di Tengah Pandemi

BKM/CHAIRIL Tenri A Palallo

MAKASSAR, BKM — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Makassar merupakan bagian yang ikut aktif dalam pencegahan dan pemberantasan covid-19.
Melalui sejumlah program, OPD yang dikomandoi Tenri A Palallo ini gencar melawan penyakit menular tersebut. Termasuk secara ketat menerapkan protokol kesehatan melalui program 3M di lingkup Dinas P3A.
Dalam sesi talkshow dengan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Berita Kota Makassar, Warta Shally Hidayat, Rabu (18/11) di Red Corner Cafe, Tenri A Palallo memaparkan apa-apa saja yang telah dilakukan selama masa pandemi ini.
Dia mengemukakan, perempuan dan anak merupakan komponen penduduk yang dominan dan menjadi perhatian agar mereka tidak terpapar covid.
Untuk itu, pihaknya berusaha secara aktif dan terus menerus menyosialisasikan kepada mereka untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan cara yang cukup mudah namun harus disiplin dilakukan. Di antaranya cuci tangan pakai masker, menggunakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan orang dan menyiapkan disinfektan untuk mensterilkan tangan.
Selain itu, kata Tenri, selama masa pandemi yang sudah berjalan sekitar delapan bulan, jika instansi lain ada yang bekerja dari rumah, tidak demikian dengan P3A. Karena faktanya, di masa pandemi, pihaknya bisa melayani 3-4 laporan kasus setiap hari yang datang di UPT Perlindungan Perempuan dan Anak.
Laporan kasus yang masuk bervariasi. Mulai kekerasan terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, dan yang lainnya.
Dalam proses penerimaan aduan, pihaknya secara ketat menerapkan standar protokol kesehatan. Tamu disediakan tempat cuci tangan serta hand sanitizer. Bahkan pihaknya juga menyiapkan masker.
Selain itu, ada sebuah program menarik yang juga dilaksanakan Dinas P3A Kota Makassar dengan menggandeng sejumlah NGO, yakni program pembuatan masker. Menurut Tenri, program itu dilaksanakan sejak April dan saat ini sudah berakhir.
“Dari April sudah mulai berlangsung. Kita bekerja sama dengan Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) dan organisasi internasional untuk buruh migran,” jelasnya.
Dinas P3A memfasilitasi pembuatan masker dengan melibatkan warga yang tinggal di shelter-shelter atau rumah singgah. “Kita dikasih kain yang sudah digunting sesuai pola masker. Kain itu kemudian diberikan ke shelter untuk dijahit. Ada 39 shelter yang kami libatkan,” ungkapnya.
Dari program tersebut, dihasilkan sebanyak 4.000 masker yang kemudian dibagikan ke masyarakat. Pihaknya bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK dalam mendistribusikan masker tersebut ke masyarakat.
Tidak sampai di situ, selama masa bekerja dari rumah, pihaknya juga melaksanakan program peningkatan kapasitas bagi kaum perempuan agar bisa tetap produktif dari rumah. Di antaranya dengan melatih warga, khususnya perempuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman hidroponik. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.