Headline

Komunitas Film Terapkan 3M di Lokasi Syuting


MAKASSAR, BKM — Aktivitas masyarakat di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar perlahan mulai menggeliat di tengah pandemi covid-19. Salah satu yang kini telah berlakon adalah para pekerja seni di bidang perfilman.
Hal itu terungkap dalam forum diskusi yang dilaksanakan Harian Berita Kota Makassar di Lantai 3 Graha Pena, Rabu (18/11). Mereka yang hadir adalah para pemain film, sutradara, penulis skenario, serta Youtuber.
Amir Desar yang bermain dalam film Uang Panai I, mengakui jika saat ini dunia perfilman Makassar kembali bangkit, walau masih disertai dengan pembatasan-pembatasan. Mereka yang terlibat dalam sebuah produksi film berkomitmen menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, serta menjaga jarak.
”Para pemain dan kru selalu membawa masker serta mempersiapkan hand sanitizer di kendaraan dan tas masing-masing. Biasanya kalau ada yang lalai, mereka saling mengingatkan. Ada juga yang mencoba menyadarkan dengan bahasa singgungan. Terutama yang terkait penggunaan masker,” terang Amir Desar.
Azis Nojeng yang dikenal penuh kesibukan dalam kesehariannya, mengakui bahwa di awal-awal pandemi terjadi, yakni Maret hingga Juni, dirinya tetap berproduksi untuk konten Youtube. Hanya saja dilakukan pembatasan, seperti kru yang dilibatkan. Tempatnya juga tidak di luar, melainkan di rumah.
”Yang datang kita batasi jumlahnya. Biasanya hanya tiga orang. Saat penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Makassar, saya lebih banyak beraktivitas di rumah dan studio,” tutur Nojeng yang seorang pemain film dan juga penyiar radio.
Lelaki yang identik dengan kepala plontos bergelar doktor ini, mengakui bahwa pandemi telah membawa hikmah tersendiri bagi para pekerja seni film. Tak terkecuali dirinya. Sebab ia bisa berkontemplasi untuk menghasilkan sebuah cerita. Bahkan ada yang berhasil menyusun skrip layar lebar.
”Ini membuktikan bahwa kreatifitas dalam berkesenian tidak bisa dikungkung oleh apapun. Walau tetap di rumah, kita masih dapat menghasilkan karya,” tandas pria yang sudah bermain dalam sejumlah judul film ini.
Ia pun menyinggung dampak yang dirasakannya di awal pandemi muncul di Makassar. Kala itu ia bersama Amir Desar bersiap untuk mementaskan sebuah lakon teater. Latihan pun telah dilakukan. Bahkan persiapan sudah mencapai 75 persen.
”Begitu covid datang, pementasan harus dibatalkan. Ini sebagai bentuk kepatuhan kita terhadap aturan yang ada. Baru sekarang kembali dipersiapkan untuk pentas lagi,” terangnya.
Pemain film, seperti Sulhan, A Tenriwani, ataupun Astri Riskiawan, serta Youtuber Dilla, bersepakat bahwa menerapkan protokol kesehatan 3M ketika berada di lokasi pembuatan film, mutlak dilakukan. Termasuk menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.
Pemain film yang juga seorang dokter, Andi Adityan Sulolipu memberikan pencerahan terkait upaya menjaga diri dari tertular corona. Kata dia, semua harus kembali kepada mindset pribadi untuk hidup sehat.
”Sejak kecil kita selalu diajarkan oleh orangtua untuk hidup sehat. Salah satunya rutin mencuci tangan. Itu yang saat ini harus dilakukan di tengah pandemi. Karena walaupun vaksinasi dilaksanakan, tanpa disertai gaya hidup sehat, kerentanan terpapar covid-19 masih tetap ada. Karena virus ini tidak akan hilang sama sekali. Untuk itu terapkan selalu protokol kesehatan. Termasuk di lokasi syuting. Hindari untuk berkumpul dan selalu memakai masker,” imbuhnya.
Di bagian akhir diskusi, Amir Desar menyampaikan bahwa di tengah pandemi, ada di antara pelaku film yang mengusung ide untuk membuat cerita tentang covid-19. Salah satunya tentang kondisi siswa dan guru yang harus menjalani proses pembelajaran secara daring, ataupun kisah lain terkait pandemi. Hanya saja, produksinya belum bisa dimulai karena terkendala persoalan pembiayaan. (*/rus)

Komentar Anda





Comments
To Top
.