Headline

Mengamuk Tengah Malam, Bunuh Ipar dan Parangi Tetangga


BONE, BKM — Malam telah larut, Selasa (17/11). Jarum jam menunjuk pukul 23.00 Wita. Suasana sunyi di Dusun Cengkano, Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone tetiba berubah gaduh.
Peristiwa pembunuhan terjadi saat itu. Seorang lelaki bernama Amiruddin bin Ambang (43) mengamuk. Ia yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani menyasar dua korban, masing-masing Amire (50) dan Aso Karim (45). Antara Amiruddin dan Amire masih memiliki hubungan keluarga yang cukup dekat, yaitu saudara ipar.
Akibat penganiayaan tersebut, satu dari dua korban mengembuskan napas terakhir. Nyawa Amire tak bisa diselamatkan akibat serangan dari iparnya.
Peristiwa bermula dari pelaku Amiruddin yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, mengamuk di rumahnya sendiri. Melihat bapaknya memegang sebilah pisau dapur, anak-anaknya yang ketakutan langsung berlarian keluar rumah sambil berteriak meminta tolong.
Aso Karim, tetangga Amiruddin yang mendengar teriakan tersebut langsung keluar dan mencari tahu apa yang terjadi. Diapun bertemu dengan anak-anak pelaku yang tampak ketakutan.
Setelah mendengar cerita dari mereka, Aso pun mendatangi Amiruddin dan berusaha menenangkannya. Namun, malang bagi Aso. Ketika mendekat, Amiruddin langsung menyerangnya dengan pisau dapur yang ada dalam genggamannya.
Aso yang mendapatkan luka tusukan di bagian dada mencoba memberikan perlawanan. Dia pun berhasil menjatuhkan pisau dari tangan pelaku.
Aksi Amiruddin tidak berhenti sampai di situ. Setelah berhasil dikalahkan oleh Aso, ia langsung berlari ke dalam kamarnya. Kali ini untuk mengambil sebilah parang. Sementara Aso sudah berlari keluar rumah untuk menghidari pelaku.
Dengan parang panjang yang telah terhunus di tangan, Amiruddin lalu berlari mencari Aso. Hanya saja, yang dicari tak ditemukan.
Pada saat itu, Aso hanya melihat Amire. Dia pun langsung menyerang saudara iparnya itu. Amire sempat berlari setelah melihat pelaku yang menyerangnya menggunakan parang.
Malang tak bisa ditolak, untung tak dapat diraih. Kurang lebih 100 meter, korban berhasil terkejar oleh pelaku. Aso pun langsung memarangi kerabatnya itu berkali-kali. Hal itu membuat Amire terluka parah hingga menyebabkannya meninggal dunia di TKP.
Kanit Reskrim Polsek Kajuara Bripka Hadasri Halim yang dikonfirmasi, Rabu (18/11), mengatakan bahwa setelah melakukan aksinya pelaku berlari bersembunyi di semak-semak. Sementara korban Amire sudah tergeletak bersimbah darah di tanah.
“Korban meninggal di TKP, sementara pelaku sempat bersembunyi di semak semak setelah melakukan aksinya. Saat dilakukan pencarian sesaat setelah kejadian ia tidak ditemukan. Baru tadi siang (kemarin) berhasil kami amankan beserta barang buktinya sebilah parang panjang,” jelas Bripka Hadasri.
Pencarian pelaku, lanjut Hadasri, dilanjutkan pada pagi hari karena sebelumnya pelaku sempat bersembunyi. Dari hasil pencarian, Amiruddin berhasil ditemukan bersembunyi di tengah kebun bersama dengan parang yung digunakannya menganiaya korban. Ia lalu diamankan di Mapolsek Kajura.
Namun, ketika dibawa ke kantor polisi, pelaku kembali mengamuk. Dia berusaha mengambil parang yang diamankan polisi dan mencoba untuk kabur. Petugas pun mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku. Tembakan terukur mengarah pada kakinya. Setelah itu Amiruddin dievakuasi ke puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatan medis untuk mengangkat proyektil peluru.
“Dari hasil interogasi sementara, pelaku mengakui perbuatannya. Motifnya, dia emosi karena ditegur oleh korban Aso saat dia mengamuk di rumahnya. Namun karena emosinya memuncak dan mencari Aso yang melarikan diri karena terluka dan tidak ketemu, sehingga yang ditemukan adalah Amire, maka Amire lah yang dianiaya hingga meninggal dunia di TKP,” jelas Hadasri.
Dari keterangan keluarga, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Dalam beberapa hari terakhir ia terlihat sering melakukan hal-hal aneh. Ia diduga tengah mempelajari ajaran menyimpang.
“Soal dugaan mengalami gangguan kejiwaan itu belum bisa dipastikan. Karena saya lihat kondisinya sekarang tidak seperti gangguan jiwa. Kalau ditanya dia mampu menjawab dengan normal dan dalam keadaan sadar,” tandas Hadasri. (*/rus)

Komentar Anda





Comments
To Top
.