Kriminal

Pelaku Penganiayaan Mengaku Dendam


DUA orang pria masing-masing berinisial RA (18) dan MF (15), digiring ke Mapolsek Rappocini setelah tertangkap Unit Reskrim. Keduanya dimintai keterangan berdasarkan aduan korbannya dalam tindak pidana penganiayaan berat (Anirat)
Panit II Reskrim Polsek Rappocini, Ipda Nurman Matasa Nurtjahyana, mengatakan, kedua pria yang diamankan tersebut dihadapkan dengan aduan yang terlampir dengan nomor 987/XI/2020/Polsek Rappocini.
”Penangkapan keduanya bermula dengan aduan yang kami terima. Aduan itu menyebutkan jika seorang pria bernama Nurdiansyah (26) yang merupakan sekuriti sebuah kampus negeri di Jalan Cilallang menderita luka akibat panah melesat ke tubuhnya. Menurut informasi jika Nurdiansyah dipanah oleh pemotor berbocengan saat sedang berada di pos jaga,” jelas Ipda Nurman Matasa.
Tim Reskrim, kata dia, langsung ke Tempat Kejadian Perkara pada Selasa (18/11), guna mengumpulkan keterangan saksi. Setelah tim Reskrim mengantongi identitas terduga pelaku, perburuan pun dilakukan.
”Lokasi di wilayah Jalan Faisal tak jauh dari lokasi dilakukan penyisiran. Dua lelaki yang diduga kuat merupakan pelaku pembusur korban yang tengah berada di Jalan Faisal langsung disergap. Dari tangannya diamankan barang bukti berupa alat pelontar (ketapel), dan satu unit motor yang digunakan saat menyerang korban,” jelas Ipda Nurman Natasa lagi.
Menurut penuturan salah satu terduga pelaku berinisial MF, dirinya melakukan perbuatan itu lantaran dendam terhadap korban. Pasalnya, dirinya acap kali diejek oleh korban saat melintas di depan kampus itu. Bahkan, kata terduga pelaku kalau korban biasa melemparinya.
”Tak terima kerap diejek dan dilempari kala melintas depan pos jaga korban, MF pun menaruh dendam. Puncak kemarahannya hingga memanggil RA, keduanya pun mendatangi korban dengan membawa dua batang panah. RA kemudian membusur korban. Dua batang panah dilepaskan RAenerjang pada bagian punggung korban,” kata Ipda Nurman menirukan keterangan terduga pelaku MF, Rabu (19/11).
Kendati demikian, pihaknya mengaku masih mendalami penyelidikan kasus penganiyaan pemberatan tersebut sembari menunggu kondisi korban hingga membaik.
”Korban masih dalam perawatan intensif hingga belum dimintai keterangannya. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 351 KUHPidana dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara. Kini keduanya meringkuk di balik sel Mapolsek Rappocini,” pungkasnya. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.