Kriminal

Pelarian DPO Korupsi PAP Barru Terhenti di Makassar


KETERANGAN PERS -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Barru, Ardi Suryanto (tengah), saat menggelar keterangan pers di kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel terkait penangkapan Tuku Darman (rompi pink) terpidana kasus dugaan Tipikor pelaksanaan PAP di Barru.

MAKASSAR, BKM — Satu terpidana kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pelaksanaan Proyek Administrasi Pertanahan (PAP) Kabupaten Barru pada tahun 2007, ditangkap di Makassar.
Terpidana bernama Tuku Darman tak dapat berkutik setelah tim dari kejaksaan menjemputnya di rumahnya Jalan Cendrawasih, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tuku Darman yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Seksi Hak atas Tanah dan Pendaftaran Tanah (HTPT) yang juga bertugas sebagai penanggungjawab pelaksanaan PAP tahun 2007, terbukti melakukan perbuatan hukum hingga mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp71 juta.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Barru, Ardi Suryanto, mengatakan, eksekusi terhadap terpidana yang dilakukan Kejaksaan Negeri Barru dibantu tim Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk melaksanakan pelaksanaan putusan di pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap. Dan juga dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA).
”Sejak dulu kami telah berupaya melakukan eksekusinya. Namun saja, baru hari ini (kemarin) kami bisa melakukan eksekusi. Bukan masalah besar atau kecil nilai dikerugian negaranya, tetapi masyarakat kecil sangat dirugikan. Itu karena terpidana menyalahgunakan kewenangannya,” jelas Ardi di kantor Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (18/11).
Dalam kasus ini, ada tiga terpidana. Tetapi terdakwa Tuku Darman cukup licin. Kedua rekannya telah lama dieksekusi dan Tuku Darman baru dapat dieksekusi akhir tahun 2020 ini. Adapun putusan terhadap Tuku Darman yakni selama dua tahun.
Bertolak dari kantor Kejati Sulsel, terpidana digiring ke lembaga pemasyarakatan untuk menjalani proses hukum yang berjalan. Tuku Darman harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
”Ada tiga tersangka. Yang dua tersangka itu sudah kami eksekusi. Tinggal Tuku Darman ini yang baru kami mau eksekusi. Putusannya dua tahun,” tambahnya. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.