Connect with us

Headline

‘Gembel’ Bawa Sabu Seharga Rp9 Miliar

Ditemukan 5 Kg dalam Tas Kresek

-

MAMUJU, BKM — Terungkap lagi satu modus yang dilakoni jaringan pengedar sabu di wilayah hukum Polda Sulawesi Barat. Seorang pria yang bertindak sebagai kurir menyamar dan berpura-pura sebagai gembel.
Aparat Direktorat Narkoba Polda Sulbar menangkap Lanning (38) di Jalan RA Kartini, Lingkungan Pangali-ali, Kabupaten Majene, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene pada Jumat (13/11). Kapolda Irjen Pol Eko Budi Sampurno merilis pengungkapan kasus ini di depan wartawan, Kamis (19/11).
Dijelaskan Irjen Eko Budi, dalam melakukan aksinya, pelaku berpura-pura menjadi gembel dengan berjalan kaki. Ia menenteng kantong kresek berwarna hitam. Saat dilakukan pemeriksaan, di dalamnya berisi lima bungkus sabu ukuran besar dengan besar 5 kg.
”Dari barang bukti yang diamankan, maka pengungkapan kali ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah yang berhasil dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Sulbar,” terang Eko Budi.
Dari keterangan tersangka kepada polisi, ia merupakan kurir sabu lintas provinsi. Rencananya, sabu yang dipasok dari Kota Palu, Sulawesi Tengah tersebut akan diedarkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
”Jadi pelakunya berpura-pura menjadi gembel dengan berjalan kaki untuk mengelabui petugas,” tambah kapolda.
Disebutkan Irjen Eko Budi, narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan harganya mencapai Rp9 miliar. Angka itu mengacu pada harga sabu sebesar Rp1,8 juta per gram. Dengan penangkapan tersebut berhasil menyelamatkan 20 ribu generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.
”Bila satu orang mengkonsumsi 1 gram, maka ada 5.000 generasi muda yang diselamatkan. Bila empat orang mengkonsumsi 1 gram, maka 20 ribu generasi muda yang berhasil diselamatkan,” terang Irjen Eko.
Kepala Bidang Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan, menjelaskan bahwa dari pengembangan kasus yang dilakukan di lapangan, diketahui barang haram tersebut berasal dari Samarinda. Polisi juga telah melakukan penggeledahan di rumah tersangka Lanning di Kabupaten Pinrang, Sulsel pada hari Minggu (15/11). Dari lokasi kembali disita 0,58 gram sabu.
Pengembangan selanjutnya dilakukan untuk mengejar anggota jaringan ini. Lima orang anggota komplotan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) diburu di wilayah Majene, Pinrang hingga Makassar. Masing-masing ZL, AN, AR, MR, dan DS.
”Dari pengakuan tersangka yang diamankan, ia bertugas sebagai kurir dengan bayaran Rp5 juta. Masih ada lima rekannya yang dalam pengejaran,” ujar AKBP Syamsu Ridwan, kemarin.
Dalam catatan kepolisian, tersangka Lanning merupakan residivis. Ia pernah meringkuk dalam penjara dalam kasus yang sama.
Adapun barang bukti yang disita dalam kasus ini, yakni lima bungkus plastik masing-masing berisi 1 Kg, dua lembar plastik berwarna hitam, lima pembungkus teh berwarna hijau, serta satu unit gawai android merk Oppo warna biru.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU No mor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana 20 tahun penjara. (*/rus)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini