Headline

Hawa Pilgub-Pilpres di Kunjungan AHY


25 November Kumpul Bupati-Wabup se-Sulsel di Makassar

MAKASSAR, BKM — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan berkunjung ke Makassar, Rabu (25/11). Agendanya, bersilaturahmi dengan para bupati dan wakil bupati se-Sulawesi Selatan, bertempat di Menara Bosowa, Makassar.
Tak hanya itu, sejumlah calon bupati dan wakil bupati juga diharapkan hadir. Termasuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi – Rahman).
“Jika tidak ada sosialisasi, para pasangan calon boleh datang. Namun jika ada kegiatan kampanye, maka tidak perluji hadir,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe, Kamis (19/11).
Demokrat juga akan menerapkan protokol kesehatan di lokasi acara saat AHY hadir di Kota Makassar. Berbagai hal akan menjadi perhatian banyak pihak. Hawa pilgub dan pilpres di antaranya.
Selain karena AHY hadir terkait pilkada serentak 2020, wacana dimajukannya pilkada serentak dari 2023 menjadi 2022, serta kesiapan Demokrat menghadapi pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Soal wacana dimajukannya pilkada serentak, termasuk pilgub Sulsel, Ni’matullah Erbe yang juga wakil ketua DPRD Sulsel, menyambut baik hal itu. Alasannya, akan memberi ruang bagi partai politik untuk melakukan konsolidasi menghadapi pilkada.
“Kita sambut baik jika hal itu benar akan berlaku. Namun kan ini masih wacana. Kita di DPD menyerahkan sepenuhnya kepada perwakilan kami di komisi II DPR RI,” jelas pria yang akrab disapa Ulla ini.
Dia juga menyebutkan Pilkada serentak tahun ini akan menjadi modal politik bagi partai bentukan SBY untuk menatap pilgub tahap ketiga, yang akan diwacanakan digelar di tahun 2022.
Sebab untuk menatap pilgub ada beberapa faktor yang akan menjadi perhatian partai, mengingat masih ada petahana yang dipastikan akan kembali maju. Hal itu akan menjadi pertimbangan partai berlambang bintang mercy ini.
“Kalau diminta kader maju, kami siap kok. Tetapi ada beberapa faktor yang akan menjadi pertimbangan kami, mengingat ada petahana yang akan kita hadapi,” terangnya.
Walau begitu, dirinya tidak ingin gegabah untuk mendorong kader maju di pilgub. Termasuk mempersiapkan diri.
Pengamat politik dari Unhas Dr Ali Armunanto, menilai jika kedatangan AHY tentu bisa dikaitkan dengan sejumlah agenda politik ke depannya.
“Saya rasa ini akan menjadi gerakan inisiasi untuk agenda politik ke depannya, baik itu pilpres maupun pilgub. Ini juga akan menjadi konsolidasi awal untuk koalisi politik di masa mendatang, sekaligus menjajaki kemungkinan koalisi yang lebih besar,” jelas Armunanto, kemarin.
Pengamat yang juga Dekan Fakultas Sosial Politik Unibos Dr Arief Wicaksoni, berpendapat bila AHY adalah salah satu rising star dalam khazanah politik Indonesia. Posisinya sebagai ketum Partai Demokrat menggantikan SBY, dan juga pernah menjadi calon gubernur di DKI Jakarta, sangat memengaruhi level kefiguran dirinya.
”Apalagi jika kita melihat bahwa namanya semakin menanjak dalam beberapa survei terakhir terkait pilpres 2024. Dengan pertimbangan itu, rencana kedatangannya ke Makassar tentu bermuatan politis. Bukan hanya untuk pilpres, melainkan juga untuk kepentingan pilgub. Bahkan bisa jadi untuk kepentingan yang lain,” ujar Arief.
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad, juga menilai jika kedatangan AHY adalah rangkaian safari politik untuk pilkada dan meneropong agenda politik lebih besar, yakni pilgub dan pilpres.
“Setidaknya memberi support untuk kader dan usungan Partai Demokrat di pilkada. Harapannya memberi dampak damai dan tetap mengindahkan protokol kesehatan,” tandas Firdaus. (rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.