Headline

Proyek Pedestrian Bintang Lima Terancam Molor


Terkendala Pembebasan Lahan dan Jaringan Utilitas

MAKASSAR, BKM — Proyek pembangunan pedestrian di kawasan Tanjung Bunga menemui berbagai kendala. Salah satunya terkait pembebasan lahan yang tidak tuntas dan masih banyak yang bersoal.
Seperti yang ditemukan pada beberapa titik di lokasi proyek tersebut dan saat ini sementara dikerjakan. Beberapa papan bicara tertulis; lokasi tidak dapat dikerjakan karena terkendala lahan.
Selain itu, juga ditemukan kendala berupa adanya jaringan utilitas sehingga lokasi dimaksud tidak dapat dikerjakan. Tentu saja persoalan itu bakal menjadi sandungan bagi Pemkot Makassar yang mendapat sokongan penuh dari Pemprov Sulsel untuk mewujudkan proyek tersebut. Proyek pedestrian bintang lima yang diharapkan tuntas dikerjakan Desember mendatang itupun terancam molor.
Menyikapi persoalan tersebut, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengatakan itu hanyalah persoalan teknis. Saat ini, BPN (Badan Pertanahan Nasional) sudah melakukan pengukuran dan proses pengalihan hak atas lahan yang masih bersoal.
Rudy tidak merasa khawatir jika persoalan lahan itu akan berlarut-larut. Alasannya, karena semua yang lokasinya terkena proyek pedestrian tersebut sudah memberikan surat pernyataan bersedia menyerahkan lahannya.
“Saya kira cuma masalah teknis saja. Teknis administrasi,” ungkapnya di Rujab Wali Kota, Kamis (19/11).
Diapun meyakini jika proyek tersebut akan selesai tepat waktu. Apalagi, yang mengerjakan adalah perusahaan konstruksi BUMN yang memiliki perampungan lebih baik.
“Dirutnya (Nindya Karya) sudah menyampaikan ke kami, akan mengupayakan semaksimal mungkin. Tinggal perlu sinergi dan komunikasi, hambatan apa yang ada, kita selesaikan bersama. Ya, kita berharap semoga kita bisa selesaikan pedestrian tepat waktu,” tandas Rudy.
Sementara itu, Komisaris GMTD Perwakilan Pemkot Makassar M Salim, mengatakan khusus lahan GMTD yang masuk dalam proyek pedesterian bintang lima, itu menjadi urusan GMTD. Pria yang juga tim ahli wali kota bidang akuntabilitas pemerintah itu pun berharap proyek itu bisa berjalan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.
Pedestrian Tanjung Bunga dimulai pengerjaannya saat Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah melakukan groundbreaking proyek pada 24 Oktober lalu. Tahun ini, pembangunannya merupakan fase pertama. Proyek multiyears ini dan akan dilanjutkan hingga tahun depan.
Pemkot akan menghadirkan pedestrian yang ikonik dan jalur sepeda selebar 6,6 meter, jalur hijau 2 meter, jalur lambat 4,8 meter, serta dilengkapi dengan amfiteater yang akan menjadikan kawasan ini sebagai daya tarik baru di Kota Makassar.
Tahun ini, Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp127 miliar untuk merampungkan pedesterian sepanjang 1,4 km.
Sementara tahun depan, disiapkan Rp250 miliar. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.