Metro

Pembuatan Video Pembelajaran Ajang Kreatifitas Guru di Masa Pandemi Covid-19


Oleh: Siti Ina Tenripada Hasin, S.Pd.
(Guru UPT SPF SD Inpres Mallengkeri Bertingkat)

PANDEMI Covid-19 telah mengubah wajah dunia pendidikan secara cepat dan drastis. Perubahan yang paling signifikan yaitu sistem pembelajaran secara daring yang cukup menyulitkan bagi peserta didik, guru, dan orang tua. Kesulitan ini menimbulkan turunnya motivasi belajar siswa yang memengaruhi tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi ajar.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, konsep merdeka belajar yang dibutuhkan di era saat ini, guru dan peserta didik tidak lagi harus mengikuti kurikulum yang tersedia, tetapi bisa menggunakan metode belajar yang sesuai dengan kondisi serta kemampuan guru dan peserta didik.

Masa pandemi Covid-19 ini, peserta didik terbiasa belajar melalui video yang ada di internet. Melihat fenomena saat ini, keterampilan membuat video pembelajaran menjadi keterampilan yang penting dimiliki oleh guru dalam mendukung pembelajaran daring semasa pandemi.

Proses belajar dari rumah (BDR) sekarang ini dibutuhkan kreatifitas dan inovasi yang tinggi agar pembelajaran jarak jauh tidak monoton. Selain itu, video pembelajaran yang menarik dapat memperjelas dan mempermudah penyampaian pesan agar tidak terlalu verbalistis. Video juga bisa mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera peserta didik maupun instruktur.

Pengalaman saya sebagai mahasiswa PPGJ 2020 Universitas Pattimura, salah satu syarat untuk menjadi guru profesional yaitu dapat membuat dan memanfaatkan video pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam mendukung proses pembelajaran secara daring.

Alhasil, video pembelajaran tersebut ternyata membuat peserta didik merasa senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran daring karena menggunakan konten yang beragam disertai animasi yang menarik sehingga peserta didik tidak bosan untuk mengulang-ulang penjelasan dari guru.

Saat ini bila tidak mempunyai kamera digital, perekaman video pembelajaran cukup dengan menggunakan media seperti smartphone. Setelah itu hasil perekaman tersebut diunggah ke Youtube. Sangat mudah dan simpel sekali. Sama halnya dengan pembuatan film, pembuatan video pembelajaran juga membutuhkan skenario sebelum perekaman agar video pembelajaran yang dihasilkan jelas dan runtut.

Untuk mendukung kreatifitas guru dalam membuat video pembelajaran, guru dapat menggunakan software seperti filmora, camtasia, vegas pro, kinemaster, dan lain-lain. Salah satu contoh ketika guru menggunakan software filmora, hal yang pertama dilakukan yaitu mengumpulkan rekaman video dan beberapa ilustrasi yang akan digunakan setelah itu dilanjutkan dengan proses pengeditan video. Dalam proses ini, kita dituntut untuk berkreasi dan berinovasi agar video pembelajaran tetap seru, menyenangkan, dan tidak membuat jenuh peserta didik.

Setelah video selesai dibuat, silakan save video dalam format mp4 atau sesuai kebutuhan dan siap dibagikan ke peserta didik. Guru bisa membagikannya melalui ruang belajar yang digunakan bersama peserta didik atau meng-upload-nya ke Youtube kemudian linknya dapat dibagikan melalui WhatsApp grup, Google Clasroom, Facebook, Instagram dan platform online lain.

Dengan demikian, penggunaan video pembelajaran tersebut dapat mengubah persepsi peserta didik mengenai pembelajaran online bahwa bukan hanya sekadar mengerjakan tugas saja, tetapi membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan dan lebih fleksibel yang artinya proses pembelajaran dapat dilakukan dimana pun tanpa mengenal jarak. Selain itu, dapat meningkatkan kemampuan guru dan peserta didik dalam pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran di masa pandemi. (*)

Komentar Anda





Comments
To Top
.