Connect with us

Headline

Suami Istri Bunuh Pelajar SMA di Adegan 10

-

BKM/SAR REKONSTRUKSI-Pasangan suami istri Fa dan Ad di antara tersangka lainnya mengikuti rekonstruksi kasus pembunuhan yang digela Satreskrim Polres Gowa, Senin (23/11).

GOWA, BKM — Jajaran penyidik Satreskrim Polres Gowa akhirnya melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan MA, pelajar SMA di Bajeng. Proses ini berlangsung di halaman Satreskrim Polres Gowa pukul 11.00 Wita, Senin (23/11). Hadir Kasi Pidum Kejari Gowa Arifuddin, dan Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir.
Sebanyak 24 adegan diperagakan 10 tersangka, sesuai peran masing-masing. Pasangan suami istri (pasutri) berusia belia, Fa dan Ad yang merupakan otak dalam peristiwa ini, memeragakan dari awal kasus hingga menghabisi nyawa MA secara sadis.
“Fa selaku pelaku utama menikam korban menggunakan badik tepat pada adegan 21. Jadi pelaku menikam korban dekat motor, di mana pelaku utama kedua, yakni Ad, istri Fa duduk,” jelas AKP Jufri Natsir.
Ia menyebutkan, dalam kasus berdarah ini tercatat 11 pelaku. 10 orang sudah ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Satu orang lainnya masih buron dan dalam pencarian tim Anti Bandit Polres Gowa.
“Kasus ini sudah kami tingkatkan ke penyidikan. Satu orang masih DPO (daftar pencarian orang). Jika yang DPO sudah kami tangkap, maka kita akan kembali merilisnya nanti,” tambahnya.
Terkait motif kasus ini, menurut Jufri, karena korban sering mengganggu istri pelaku, yakni Ad. Hal ini berdasar pengakuan Ad. Dari hasil pemeriksaan gawai Ad, ada perbicangan melalui chat WhatsApp antara Ad dan korban.
“Untuk kasus ini, para tersangka dikenakan Pasal 80 ayat 3 UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukum 15 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim.
Di saat rekonstruksi digelar di halaman Mapolres Gowa, hampir seratusan warga asal Desa Panyangkalang yang diketahui adalah pihak keluarga korban, terlihat emosi di luar pagar.
Mereka sengaja datang untuk melihat jalannya rekonstruksi yang dilakukan para tersangka. Sejumlah keluarga korban terlihat melontarkan kalimat-kalimat protes, dan meminta pihak kepolisian mengganjar para pelaku dengan hukuman setimpal.
“Kami sengaja datang untuk melihat apa yang dilakukan pelaku yang membunuh ponakan kami. Teganya mereka membunuh anak kami,” kata salah seorang ibu berhijab hitam, yang mengaku tante korban di area tempat parkir Mapolres Gowa.
Para keluarga korban ini datang ke Polres Gowa menumpangi satu unit truk. Mereka meninggalkan pelataran parkiran setelah rekonstruksi usai dilaksanakan.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban MA ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di lokasi Inspeksi Kanal yang terletak di Dusun Kampung Beru, Desa Panyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa pada Minggu (8/11) sekitar pukul 06.40 Wita. MA telah tewas dengan ditikam badik pada malam harinya (sesuai hasil rekonstruksi).
MA tewas dengan posisi telentang menghadap ke atas dengan bagian perut sebelah kiri terlihat luka menganga, diduga akibat tusukan badik.
Sesaat setelah ditemukan, jajaran Polsek Bajeng langsung membawa mayat korban ke Puskesmas Bajeng, kemudian dirujuk untuk otopsi di RSU Bhayangkara Makassar.
Kemudian dalam waktu 1×24 jam usai ditemukannya mayat MA, sembilan pelaku berhasil ditangkap. Termasuk pasutri yang menjadi dalangnya. (sar)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini