Headline

Boikot Debat, KPU Sanksi Dua Paslon


BARRU, BKM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barru mengambil langkah tegas. Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yang tidak mengikuti debat tahap kedua, Selasa malam (24/11) di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar akhirnya diberi sanksi.
Mereka adalah paslon Malkan Amin-Andi Salahuddin (Macora) dan Mudassir Hasri Gani-Aksa Kasim (MHG-AS). Sanksi yang diberikan mengacu pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11 tahun 2020. Pemberlakuannya resmi diterapkan hari ini, Rabu (25/11).

Hal ini disampaikan Komisioner Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Barru Lilis Suryani. Sanksi tersebut, menurut Lilis, berupa pengumuman bahwa kedua paslon tersebut tidak mengikuti debat publik tahap kedua. Selain itu, iklan kampanye di media cetak untuk sosialisasi kedua pasangan calon tidak ditayangkan.
“Berdasarkan PKPU Nomor 11 tahun 2020, perubahan Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017 pada pasal 22 menjelaskan bahwa apabila ada pasangan calon yang menolak atau tidak ingin mengikuti debat, maka diberikan sanksi dengan tidak diberikan iklan kampanye di media cetak yang tersisa,” terang Lilis Suryani, kemarin.
Diakui Lilis, pihaknya telah berupaya untuk menghadirkan kedua pasangan calon untuk mengikuti debat dengan mengundang secara resmi. Bahkan, menurutnya, pihak penyelenggara sempat menunda debat dari jadwal yang awalnya akan digelar pukul 14.00 Wita, kemudian diundur ke pukul 19.30 Wita. Tapi, hingga debat dilaksanakan, kedua pasangan tersebut tetap tidak hadir.
“Sebelumnya kami telah mengundang mereka secara resmi dengan menyurat ke masing-masing pasangan calon. Bahkan, kami sempat tunda jadwal debat untuk menunggu mereka hadir. Akan tetapi, sampai acara dimulai, dua pasangan calon ini tetap tidak hadir di lokasi debat,” terangnya.
Dihubungi terpisah, Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan SDM KPU Sulsel Misna M Attas mendukung langkah yang diambil KPU Barru. Kata dia, KPU Barru telah melakukan seluruh proses yang memang harusnya dilaksanakan guna menghadirkan seluruh paslon dalam debat publik.
“Sesuai penilaian kami, KPU Barru sudah melaksanakan aturan sesuai prosedur. Siapa bilang KPU Barru tidak netral? Apa ukurannya sehingga dikatakan tidak netral? Karena seluruh tahapan sudah dilakukan. Termasuk mengupayakan secara maksimal agar seluruh pasangan calon hadir dalam debat ini,” tandas Misna.
Calon wakil bupati Aksa Kasim yang dihubungi, menyatakan tidak akan mempermasalahkan sanksi yang diberlakukan sesuaiPKPU. Bagi pasangan calon bupati Mudassir Hasri Gani ini, pihaknya sudah mempertimbangkan lebih awal tentang sanksi yang akan dihadapi jika tidak mengikuti debat.
“Tidak ada masalah dengan akan diumumkan dan tidak ditayangkan iklan kampanye kami,” cetus Aksa Kasim.
Kata dia, alasan pasangan Macca tidak ikut debat sangat jelas. ”Untuk apa ikut debat dengan paslon yang tidak memenuhi syarat (TMS). Apabila kami ikut debat bersama paslon TMS, berarti pasangan kami mengakui dan ikut mengesahkan paslon yang tidak memenuhi syarat,” pungkas doktor ilmu hukum ini. (udi/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.