Headline

Pemprov Kaji Pemangkasan Libur Panjang


Rudy: Bukan Memperpendek, tapi Perketat Prokes

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan melakukan evaluasi tentang pemangkasan libur akhir tahun. Hal ini dilakukan setelah pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi waktu libur tersebut.
Sebelumnya dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keputusan pemangkasan libur panjang akhir tahun itu. Jokowi meminta agar keputusan itu segera dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Kemudian berkaitan dengan masalah libur cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan,” ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel Asri Sahrun, menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan jika libur panjang bisa memberikan pengaruh terhadap tingkat penularan covid-19. Sehingga libur akhir tahun perlu dievaluasi.

“Pengalaman kita, libur panjang cukup berdampak pada peningkatan penularan. Sehingga perlu dievaluasi kembali,” katanya.
Asri menambahkan, Pemprov Sulsel memang sudah melakukan evaluasi libur panjang sebelumnya. Hasilnya, justru menemukan kasus positif covid-19 yang mengalami peningkatan.
“Hasil evaluasi kemarin, ternyata setelah libur, angka positif meningkat. Sehingga kami akan tinjau dalam rangka mengendalikan penularan covid,” terangnya.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, mengakui bahwa kekhawatiran muncul klaster baru dan bertambahnya kasus covid-19 sebenarnya bukan terletak pada adanya libur panjang.
Namun, kata orang nomor satu Makassar itu, lebih pada bagaimana masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat kapan dan di manapun berada.
“Kekhawatiran wajar muncul karena fakta menunjukkan saat libur panjang yang terjadi belum lama ini, terjadi kepadatan di tempat wisata. Di mana masyarakat kita lupa bahwa wisata di tengah pandemi harus juga dilakukan dengan cara-cara baru,” ungkapnya saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (25/11).
Menurut dia, substansi terpenting dari pengendalian covid ada pada ketaatan dan kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan. Bukan dengan menghilangkan masa libur yang cukup panjang, yang telah dijadwalkan pemerintah jauh hari sebelumnya.
“Yang namanya liburan adalah momen kebersamaan dengan keluarga. Setelah lelah bekerja, nikmati liburan bersama keluarga. Jadi strong poinnya bukan pada memperpendek liburan, namun memperketat pengawasan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah adalah menempatkan lebih banyak petugas yang akan mengawal dan mengingatkan protokol kesehatan di tempat rekreasi, fasilitas umum, mal, dan tempat-tempat lainnya.
“Jadi sesuai saja jadwal yang ditetapkan pemerintah. Tapi kuncinya perketat protokol kesehatan,” tandasnya. (rhm-nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.