Connect with us

Headline

Awalnya Ditolak, Dinikahkan Usai Video Syur Merebak

-

BONE, BKM — Seorang perempuan berinisial NH kini harus menanggung malu. Janda berusia 35 tahun yang tinggal di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone itu diketahui menjadi pemeran sebuah video syur yang kini viral di media sosial.
Ia melakukannya bersama seorang lelaki berinisial DA. Pria berumur 35 tahun ini diketahui merupakan kekasih NH, bermukim di Kecamatan Lappariaja (Lapri), Kabupaten Bone. Ia masih berstatus bujang.
Dalam video berdurasi 2 menit 41 detik tersebut terlihat sepasang pria dan wanita tengah asyik bercumbu layaknya berhubungan suami istri. Proses perekaman dilakukan pemeran pria dengan menggunakan kamera gawai. Kasus inipun ditangani aparat Polsek Lappariaja.
Kanit Reskrim Polsek Lapri Aiptu Alias yang dikonfirmasi, membenarkan hal itu. Ia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi tersebut dari masyarakat yang diduga terlibat kasus penyebaran konten video pornografi, langsung melakukan penyelidikan. Polisi berhasil mengetahui identitas pemeran dalam video tersebut.
“Setelah kami berhasil menemukan terduga pelaku dalam video tersebut, dia mengakui kalau dirinya yang ada dalam video tersebut. Direkam bulan November 2019 lalu dan baru viral sekarang,” terang Aiptu Alias.
Menurut Alias, video itu tidak sengaja untuk disebarluaskan. Awalnya ia mengirim video tersebut ke keluarga kekasihnya itu yang berinisial IM. Tujuannya untuk memberitahukan tentang hubungan mereka. Sebab DA yang hendak melamar NH, ditolak oleh orangtua sang pacar.
“Motif pelaku mengirimkan video itu ke keluarga NH untuk diperlihatkan ke orangtuanya dengan maksud agar bisa dinikahkan. Karena sebelumnya dia pernah melamar tapi ditolak oleh pihak keluarga perempuan,” jelas Aiptu Alias lagi.
Aparat kepolisian bersama pemerintah desa telah melakukan mediasi terhadap keluarga masing-masing. Hasilnya, mereka mereka segera dinikahkan.
“Sudah dimediasi oleh pemerintah desa. Masing-masing keluarga sudah sepakat akan menikahkan keduanya. Sampai saat ini masih dalam proses,” tambahnya. lagi.
Aktivis perempuan Bone Martina Majid yang dimintai tanggapannya terkait hal ini, merasa prihatin dengan perempuan yang ada dalam video tersebut. Selain itu, dia juga sangat menyayangkan tindakan oknum yang dengan sengaja menyebarkan video tersebut.
“Tentu sangat prihatin. Karena perempuan yang dalam video tersebut yang ditinggal suami entah meninggal atau cerai, sudah menjadi korban yang kesekian kalinya. Pertama, dia korban dari si laki-lakinya. Kedua, dia korban teknologi. Bisa saja dengan tersebarnya video tersebut dia menjadi korban sosial media. Karena kadang-kadang publik tidak paham bahwa perempuan yang terpojokkan di sini,” terang Martina.
Dengan adanya kejadian ini, lanjut Martina, bisa saja berakibat fatal bagi seorang perempuan. Sebab dikhawatirkan akan ada sanksi moril ke depannya. Sang peresmpuan bisa saja mendapat kecaman dari publik. Bahwa seorang perempuan harusnya mempertahankan harga dirinya, namun kemudian videonya disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Mulai tanggal 25 November hingga 10 Desember merupakan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Selayaknya dalam momen ini, perempuan harusnya lebih diperhatikan. Bukan semakin dipublish seperti video yang viral beredar saat ini. Aparat penegak hukum seharusnya menanggapi hal ini dengan serius. Karena sebagian orang menganggap ini sebagai bahan candaan ketika video tersebut tersebar. Padahal ini sudah termasuk melanggar UU ITE dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya. (*/rus)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini