Headline

Senang Punya Buku Nikah Setelah 24 Tahun Berumah Tangga


413 Pasangan Ikut Isbat Nikah Massal

BKM/CHAIRIL ISBAT NIKAH-Suasana isbat nikah massal yang dilaksanakan Dinas Sosial Makassar di gedung SMPN 13, Rabu (2/11). Sebanyak 413 pasangan mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini.

PEMERINTAH Kota Makassar menggelar isbat nikah massal. Sebanyak 413 pasangan suami istri mengikuti acara yang berlangsung di gedung SMP Negeri 13, Kecamatan Rappocini, Rabu (2/12). Kegiatan ini masih merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-413 Kota Makassar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar Mukhtar Tahir, mengatakan pelaksanaannya nikah gratis ini berlandaskan Peraturan Mahkamah Agung RI nomor 1 tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, dalam rangka penertiban akta perkawinan, buku nikah, dan akta kelahiran.

“Dalam pelaksanaan sidang isbat ini, ada 413 pasangan suami istri. Namun karena merujuk pada peraturan protokol kesehatan, maka pelaksanaannya dibagi dalam dua hari agar tidak terjadi kerumunan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pencatatan pernikahan massal muslim, dengan penerbitan buku nikah dan dokumen administrasi kependudukan (adminduk). “Kami juga memfasilitasi pasangan suami istri yang kurang mampu untuk memperoleh hak kutipan buku nikah secara gratis dan legal. Karena setelah mendata, ternyata banyak pasutri yang menikah hanya secara agama, karena terkendala masalah biaya pernikahan yang dianggap memberatkan,” jelas Mukhtar.
Sebelumya, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menekankan agar masyarakat yang ikut dalam nikah massal ini tetap menjaga protokol kesehatan. Jangan sampai muncul klaster baru.

“Tentu yang pertama yang kita tekankan adalah protokol kesehatan. Termasuk kita batasi dan kita atur sedemikian rupa. Saya serahkan Dinas Sosial untuk mengatur itu,” terangnya.
Salah satu pasangan suami istri yang mengikuti acara, Sarifah (53) mengaku sangat senang dengan adanya pelaksanaan sidang isbat ini. Sebab mereka akhirnya bisa memiliki buku nikah setelah 24 tahun menikah. Sarifah telah menikah sejak tahun 1996.
“Kami menikah sejak 1996. Senang sekali, karena memang kalau tidak ada buku nikah susah. Apalagi saat anak mau sekolah, salah satu syaratnya itu harus ada akta dan buku nikah,” jelasnya.
Ia pun berharap, kegiatan ini tetap ada untuk membantu masyarakat. Apalagi bagi mereka yang tidak mampu. “Semoga terus ada, karena sangat membantu bagi orang yang belum memiliki buku nikah,” tandasnya. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.