Connect with us

Headline

Ketua RT Dicopot, Diduga Imbas Pilwali

-

MAKASSAR, BKM — Syahrir Nyarrang, salah satu ketua ketua RT di Kelurahan Kassi-Kassi, Kelurahan Rappocini, Kota Makassar mendapat perlakuan tak mengenakkan. Diduga imbas sikap dan pilihan politiknya pada pelaksanaan pilwali Makassar 9 Desember lalu, ia dicopot dari jabatannya.
Syahrir merupakan pendukung pasangan calon wali kota Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma). Surat pemberhentian terhadap dirinya kini ramai beredar. Diterbitkan pada tanggal 11 Desember, yang ditembuskan ke Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin dan ditandatangani Lurah Kassi-Kassi Nurdado P.
Dalam surat itu, alasan pemberhentian Syahrir sebagai ketua RT 009/RW 010 berdasarkan pertimbangan dalam setahun terakhir tidak melaksanakan kinerjanya secara baik dan melanggar etika-etika organisasi. Namun, melihat ke belakang, pemberhentian ini sepertinya ada kaitannya dengan Pilkada Makassar.
Pada akhir Oktober lalu, Syahrir secara blak-blakan menungkap tentang insentifnya yang diduga “disunat” karena dukungannya kepada kandidat wali kota dan wakil wali kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi.
“Beberapa teman-teman diturunkan insentifnya karena sudah terbaca mendukung Adama (akronim Danny-Fatma),” ujar Syahrir kala itu.
Ia mengakui, kebijakan penurunan insentif bukan berdasar pada basis kinerja, tetapi sarat kepentingan politik. “Karena tugas saya tetap saya jalankan, yakni sembilan indikator itu. Tapi Pak Lurah turunkan insentif saya,” ucap Syahrir.
Mirisnya, dengan kinerja yang sama dengan Syahrir, ketua RT yang sejalan dengan lurah Kassi-Kassi, justru mendapat perlakuan istimewa. “Ada juga RT/RW yang dukung paslon lain, kok insentifnya tidak terganggu,” cetus Syahrir.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut lurah Kassi-kassi mengenai surat yang beredar tersebut. Termasuk apa dasar sehingga berani melakukan pemecatan. Padahal ketua RT/RW itu dipilih langsung oleh masyarakat. (jun)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini