Connect with us

Event

Sewindu, KJB Indonesia Mengajak Menebar Kebaikan Melalui Karya Jurnalistik

-

KUE ULANG TAHUN -- Nikmatus Sholikah, Presiden KJB Indonesia, menyerahkan potongan kue ulang tahun pada puncak perayaan HUT kedelapan KJB Indonesia.
MAKASSAR, BKM — Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia merayakan hari jadinya kedelapan. Dalam kondisi pandemi Covid-19, perayaan yang dilakukan menggunakan zoom tersebut, bertajuk Webinar Nasional dengan tema ‘Menebar Kebaikan Melalui Karya Jurnalistik’.
Tiga narasumber dihadirkan dalam acara tersebut, masing-masing Arief Suditomo, Pemimpin Redaksi Metro TV, Balques Manisang, News Produser dan host tvOne, serta Lalita Gandaputri, News Produser Metro TV dan member KJB
Indonesia. Acara ini nantinya disiarkan melalui aplikasi Zoom dan Youtube Komunitas Jurnalis Berhijab. Webinar ini dihadiri 246 peserta dari para members KJB Indonesia, akademisi dari
beberapa universitas, komunitas, dan masyarakat umum penyuka jurnalistik, Minggu 13 Desember 2020.
Dalam webinar tersebut, Arief Suditomo banyak memberikan pesan dan kesan sebagai jurnalis dihadapan peserta dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Jabodetabek, Yogyakarta, Malang,
Sumbawa, Banjarmasin, Medan, Makassar, Aceh, dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Sesuai
tema yang diusung, yaitu menebar kebaikan melalui karya uurnalistik, Arief menyebutkan, hendaknya harus terus menanamkan jurnalisme kebaikan. Karena di sekitar para jurnalis terlalu banyak toxic yang membawa ke arah negatif.
”Jadi buat temen-temen KJB, ini merupakan sebuah silaturahmi yang baik pada akhirnya untuk kita sama-sama mengumpulkan energi buat memberikan kontribusi dalam bentuk jurnalisme kebaikan bagi publik kita. Kemudian terus memberikan kontribusi tersebut karena dunia kita ini kadang-kadang
perlu konstribusi tersebut. Ya, dalam bentuk jurnalisme kebaikan. Terlalu banyak toxic di sekitar kita, terlalu banyak problem yang pada akhirnya membawa kita ke arah yang sangat negatif,” ucap Arief.
Arief menyebutkan, semangat menebar kebaikan jurnalistik harus ditanamkan mulai dari keseharian. ”Kita sering dengar kalau kita berfikir baik, maka hasilnya baik. Kita membawa masyarakat dengan nilai-nilai positif, ini merupakan hal baik juga. Salah satu program di media kami, seperti liputan dengan BenihBaik.com menunjukkan, dengan liputan ini kita sekaligus bisa
mengajak masyarakat menyumbang dana, tenaga, dan bisa membangun infrastruktur di beberapa daerah di Indonesia. Sehingga kita tidak hanya konsentrasi pada financial sourching atau uang. Kita juga bisa menyumbang tenaga dan barang sesuai kebutuhan yang disasar. Salah satunya program Newsline Metro TV yang merupakan positif journalism atau jurnalisme positif,” tutur pria yang sudah lebih dari 22 tahun menekui bidang jurnalistik tersebut.
Di sisi lain menurut Balques Manisang, menjadi jurnalis bukanlah sebuah kekuatan. Tetapi merupakan sebuah kehormatan. Balques juga menekankan pentingnya menjadi jurnalis yang mempertahankan peran jurnalis sebagai pilar demokrasi. Ia juga menekankan untuk masing-masing jurnalis harus bisa mencari celah menerapkan idealisme sebagai seorang jurnalis.
”Selalu luruskan niat kita bahwa menjadi jurnalis itu menjadi pilar keempat demokrasi. Jadi pertahankan pilar itu. Kita sebagai pilar demokrasi,” ucap
Balques.
Kemudian terkait jurnalisme kebaikan, dirinya dalam program Fakta tvOne yaitu program semi investigasi yang dia bawa, banyak manfaat yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dari program tersebut mengingatkan untuk melihat kondisi rakyat sesungguhnya. Sehingga bisa menyuarakan pihak yang tidak memiliki kekuatan untuk bersuara dipublik atau voice the voiceless. ”Seperti kasus reklamasi pantai di Jakarta Utara, kita menyuarakan suara para nelayan terkait kesejahteraan
mereka. Akhirnya terjadi komunikasi antara nelayan, pemerintah dan perusahaan. Kemudian beberapa liputan lainnya menunjukkan bahwa karya jurnalistik juga bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, menurut Lalita Gandaputri, news produser Metro TV, tentang wanita berhijab tak perlu takut untuk menjadi jurnalis. ”Dulu awal karir saya sebagai jurnalis yang berhijab, awal tahun 2007 saat itu masih belum banyak jurnalis berhijab. Karena standar jurnalis TV melepaskan simbol-simbol agama. Tantangan bagi saya, saya pernah tidak diterima karena hijab saya di lingkungan konflik di beberapa wilayah di Indonesia. Namun kondisi sekarang berbeda. Kita bisa tetap menunjukkan netralitas kita dengan berhijab dan terus memberikan karya jurnalis yang menebar kebaikan,” tuturnya.
Kemudian Lalita menambahkan, jurnalis memiliki posisi istimewa karena menjadi mata dunia. ”Kita mewakili mata masyarakat yang tidak bisa langsung melihat berbagai peristiwa. Kemudian kita sebarkan informasi itu kepada masyarakat sesuai dengan fakta di lapangan. Tugas jurnalis itu tugas
mulia, kita melakukan pekerjaan untuk masyarakat. Sehingga tanggung jawab kita sangat besar. Kita harus menginformasikan berita yang benar,” pungkas wanita yang telah 14 tahun menjadi jurnalis.
Sementara itu Nikmatus Sholikah, Presiden KJB Indonesia, menuturkan, KJB dibentuk sejak 26 November 2012. Hingga kini KJB Indonesia sudah memiliki lebih dari 130 member jurnalis berhijab dari media cetak, televisi, radio, dan online di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jabodetabek, Yogyakarta, Malang, Medan, Makassar, Lombok, Kepulauan Selayar, dan lain-lain. Pada milad KJB kedelapan yang bertema ‘Menebar Kebaikan Melalui Karya Jurnalistik’ ini, diharapkan dapat meningkatkan tali
silaturahmi antar member KJB Indonesia serta meningkatkan pemahaman tentang esensi karya jurnalistik yang berkualitas dan membawa kebaikan.
“Dimasa sekarang, banyak masyarakat yang mulai meragukan kebenaran informasi berita yang menjadi produk jurnalistik. Sehingga masyarakat perlu mengetahui, esensi karya jurnalistik yang berkualitas. Sejatinya, bukan hanya sesuai dengan fakta, namun bisa membawa dampak kebaikan untuk
masyarakat luas,” kata wanita yang aktif menjadi penulis dan berkegiatan sosial tersebut.
Nikmah juga berharap perayaan KJB ini dapat membangkitkan self awareness atau kesadaran diri tentang pentingnya karya jurnalistik yang memihak kepada warga. “Diharapkan perayaan KJB ke
delapan ini dapat membangkitkan selft awareness tentang pentingnya karya jurnalistik yang memihak kepada warga (citizen) dan menjalankan prinsip pilar ke 4 demokrasi yang merupakan wujud support system atau dukungan terhadap para jurnalis untuk terus menghasilkan berbagai karya jurnaistik yang berkualitas. Karena menurut saya, orang hidup akan menjadi lebih berbarti jika kita bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain,” tutup Nikmah. (amir)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini