Connect with us

Headline

TNI Kawal Prokes di Pasar Maricayya

-

BKM/NURHAMZAH PASAR MARICAYYA-Pedagang di Pasar Maricayya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Antara penjual dan pembeli dibatasi dengan plastik yang sengaja dipasang guna menghindari kontak dengan jarak dekat.

MAKASSAR, BKM — Pasar menjadi salah satu titik fokus penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan covid-19 dalam wilayah Kota Makassar. Salah satunya di Pasar Maricayya Jalan Veteran Selatan. Penegakan aturan di dalam pasar melibatkan banyak pihak. Tak terkecuali aparat TNI.
Hal ini mengemuka dalam forum diskusi kelompok yang dilaksanakan Harian Berita Kota Makassar bekerja sama PD Pasar Makassar. Ingat pesan ibu, yakni 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dikampanyekan di lokasi pasar tradisional Maricayya, Sabtu (12/12).
Antusias masyarakat mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Terutama datang dari kelompok pedagang. Mereka menyimak materi pencegahan penularan covid-19 yang disampaikan narasumber. Masing-masing Kepala Unit Pasar Maricayya Arsyad, Kepala Bagian Ketertiban dan Keindahan Pasar PD Pasar Jaenul, dan Komandan Regu Satgas Covid-19 Pasar Unit Maricayya Serda Ulil Albar.
Kepala Bagian Ketertiban dan Keindahan Pasar PD Pasar Jaenul, membuka pembicaraannya dengan menyampaikan terima kasih kepada Harian BKM yang telah mempertemukan seluruh unsur, baik pedagang maupun PD Pasar untuk mendiskusikan upaya pencegahan penularan covid-19. Ucapan terima kasih juga disampaikan ke para pedagang atas partisipasi meluangkan waktu untuk hadir dalam diskusi ini.

BKM/NURHAMZAH
FOTO BERSAMA-Kepala Unit Pasar Maricayya Arsyad, Kepala Bagian Ketertiban dan Keindahan Pasar PD Pasar Jaenul, dan Komandan Regu Satgas Covid-19 Pasar Unit Maricayya Serda Ulil Albar foto bersama BKM usai diskusi.


Bagi Jaenul, FGD yang dilaksanakan ini sangat baik serta bermanfaat. Karena tujuannya adalah agar seluruh masyarakat yang berada dalam pasar senantiasa menerapkan prokes sebagai upaya mencegah penularan covid.
“Pasar-pasar tradisional menjadi perhatian serius Satgas Covid-19 saat pandemi. Kami pun menerapkan protokol kesehatan dengan menyiapkan meja untuk cuci tangan. Jadi ada stakeholder dan mitra yang memberikan kami bantuan. Sekarang sudah tersebar di sejumlah pasar. Salah satunya Pasar Maricayya,” ucapnya.
Tidak cuma menyediakan meja pencuci tangan, kata Jaenul, PD Pasar Makassar Raya juga aktif membagikan masker ke pedagang maupun pengunjung pasar. Meja untuk cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh hingga masker bersumber dari bantuan mitra. Dengan begitu, aktivitas pasar dapat tetap beroperasi, walau waktunya dibatasi paling lambat dari pukul 07.00 Wita hingga 12.00 Wita.
“Semua pasti merasakan ketatnya protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional saat berkunjung. Mereka masuk pasti diukur suhu tubuhnya, diminta mencuci tangan, dan memakai maskernya. Yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat pasti diminta beristirahat di rumah. Ini dilakukan untuk menghindari penularan covid-19,” tegasnya.
Dia pun mengingatkan seluruh pedagang senantiasa untuk mengingat serta menerapkan pesan Ibu 3M. Mengingatkan pembelinya. Jangan merasa bahwa covid sudah hilang. 3M harus selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pandemi covid-19 belum berakhir. Belum ada keputusan dari pemerintah yang menyatakan bahwa virus ini sudah hilang. Pandemi sudah selesai. Karena itu sangat penting buat kita semua untuk menerapkan 3M,” tutupnya.
Komandan Regu Satgas Covid-19 Pasar Unit Maricayya Serda Ulil Albar menyampaikan, pengawalan yang dilakukan Satgas Covid-19 dimaksudkan agar seluruh masyarakat yang ada beraktivitas dalam pasar tetap aman dan sehat.
”Jangan pernah takut dengan TNI. Tapi takutlah pada corona. Kehadiran TNI masuk sebagai Satgas Covid-19 untuk mengawal berjalannya protokol kesehatan. Mengingatkan kepada masyarakat agar memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” tandasnya. (arf)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini