Connect with us

Headline

Pengungsi Mulai Terserang Penyakit

Ketinggian Air di Blok 10 Antang Nyaris Hingga Atap Rumah

-

BKM/CHAIRIL MAKIN TINGGI-Banjir di Blok 10 Antang semakin tinggi pada hari Senin (21/12). Ketinggian air nyaris mencapai atap rumah warga. Di lokasi lain yang sebatas orang dewasa, warga berusaha untuk mengungsi ke lokasi yang telah disediakan.

MAKASSAR, BKM — Warga yang terdampak banjir dan terpaksa mengungsi kini mulai diserang penyakit. Mulai dari gatal-gatal, batuk hingga alergi. Pengungsi dari kalangan anak-anak dan lanjut usia (lansia) mendominasi penyakit ini.
Kondisi tersebut ditemui di tempat pengungsian warga perumahan Kodam 3 Kelurahan Katimbang dan Tamalanrea. Mereka kini berada di Masjid Rahmani, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.
Sofyan selaku ketua RT 04 BTN Kodam 3, mengatakan sudah tiga hari wilayahnya terendam banjir. Mereka yang rumahnya terdampak terpaksa harus mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan. Namun, ada pula yang menumpang di tempat kerabatnya.
”Sudah banyak yang mengungsi, karena kita tidak tahu apakah air akan naik lebih tinggi lagi. Tiap tahun memang selalu terjadi begini kalau musim hujan tiba. Sebagian ada yang ditampung di masjid. Ada pula yang mengungsi sementara ke rumah sanak saudara,” terang Sofyan, Senin (21/12).
Dia menyebut bahwa ada sebanyak 828 kepala keluarga (KK) di kelurahan Katimbang yang membutuhkan bantuan makanan, minuman, dan obat-obatan. Para pengungsi korban banjir butuh bantuan makanan cepat saji dan obatan-obatan. Khususnya bagi anak-anak.
“Yang berada di pengungsian saat ini sudah ada 20 KK. Belum termasuk yang ada di lokasi pengungsian lainnya. Jumlah keseluruhan yang terdampak banjir 828 KK. Sebanyak 2.118 orang dari satu RW dan empat RT. Sebagian dari pengungsi sudah terserang penyakit gatal-gatal dan alergi,” terang Sofyan.
Ketua RT 4 Kelurahan Tamalanrea Basir, mengungkapkan warganya yang terdampak banjir sebanyak 12 KK. Namun beberapa di antaranya masih memilih untuk tinggal di rumah, dan tidak ada posko yang disediakan.
”Hingga sejauh ini tidak ada posko yang disediakan. Ada 12 KK yang terdampak dan sama sekali belum mendapatkan bantuan,” tandasnya.
Di Blok 8 dan 10 Antang, Kecamatan Manggala, ketinggian air banjir semakin meningkat. Bahkan sudah nyaris mencapai atap rumah warga. Pemilik rumah telah dievakuasi ke lokasi pengungsian yang telah disediakan.
Sabri, seorang warga yang bermukim di Jalan Terompet Blok 10 Kompleks Perumnas Antang mengaku kecewa dengan sikap pengembang dan pemerintah setempat. Ia yang sudah tinggal di lokasi ini sejak tahun 2009 sikap kedua pihak tersebut, karena hingga saat ini belum ada kepedulian dan perhatian yang diberikan dalam upaya mengangani banjir yang sudah menjadi langganan setiap tahun
“Kami sayangkan pihak pengembang perumahan dan pemerintah yang tidak memberi solusi kepada kami warga Blok 10. Tiap tahun kami harus berhadapan dengan banjir. Padahal waduk Nipa-nipa sudah selesai. Namun faktanya kami masih tetap terendam banjir,” cetus Sabri, kemarin.
Koordinator Data dan Informasi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar Hanafi, meminta masyarakat untuk waspada. Karena curah hujan akan tinggi, yakni 30 hingga 40 persen. ”Masyarakat agar tetap berhati-hati. Kondisi karakteristik curah hujan di Sulsel tidak sama di bagian Pangkep, Barru, Gowa, Takalar, dan Makassar. Curah hujan cukup tinggi di Bulan Desember. Ada juga di awal bulan Januari,” terang Hanafi, kemarin.
Kepada para nelayan, BMKG meminta agar sebaiknya berada tidak terlalu jauh dari bibir pantai. Karena ketinggian gelombang berkisar 1,5 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut akan membahaykan jika nelayan berada terlalu jauh dari bibir pantai. (ita-jun-ish-pkl)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini