Connect with us

Headline

1.710 Butir Ekstasi untuk Pesta Tahun Baru

Harganya Rp1,1 Miliar, Dipasok dari Malaysia dan Masuk Lewat Pelabuhan Parepare

-

BKM/PURMADI EKSTASI-Satres Narkoba Polres Sidrap bersama Resmob yang dipimpin Kasat AKP Andi Sofyan mengungkap komplotan peredaran narkoba jenis ekstasi. Sebanyak 1.710 butir pil disita dari tersangka Abd Azis yang bertindak selaku kurir.

Pengakuan Tersangka

Tim Satres Narkoba Polres Sidrap masih terus bekerja mengungkap siapa pemesan barang haram tersebut. Di hadapan penyidik, Abdul Azis mengakui bahwa dirinya hanya bertugas mengantar barang tersebut kepada seseorang yang ada di Lawawoi, namun dia tidak tahu siapa orangnya. Azis berdalih, dirinya hanya berkomunikasi lewat telepon.
“Katanya itu barang akan dipakai untuk malam tahun baru. Saya hanya disuruh ambil di pelabuhan. Yang bawa dari Nunukan saja saya tidak tahu orangnya. Saya hanya ambil di pelabuhan sesuai arahan seseorang lewat telepon,” terang Abd Azis.
Abd Azis mengaku sudah beberapa kali berhasil meloloskan paket kiriman yang modusnya sama, yakni dikirim dari Malaysia lewat pelabuhan Nunukan lalu masuk pelabuhan Parepare. “Baru kali ini barang yang saya antar jumlahnya cukup banyak. Pemesan dan pengirimannya juga saya tidak tahu siapa, karena tidak pernah ketemu,” ucapnya.
Untuk pengantaran barang, Abd Azis menyebut angka Rp1 juta sebagai upah per satu kali mengantar. Sistem pembayarannya melalui rekening. Ditransfer terlebih dahulu sebelum tersangka menjemput pesanan.
“Saya diupah Rp1 juta untuk sekali antar. Dibayar lebih dulu lewat transfer ke rekeningku. Baru kali ini saya tertangkap, Pak,” akunya polos.
AKP Andi Sofyan menegaskan, pihaknya sudah mengantongi orang yang memesan 1.710 butir ekstasi tersebut. Petugas masih melakukan pengejaran terhadapnya.
“Ciri-ciri dan identitas pemesan sudah kami kantongi. Rata-rata para pelaku kurir menggunakan sistem putus komunikasi di kurir saja. Tapi tidak mengapa, kami akan dalami semua itu karena sudah ada gambaran siapa pemesan dan pengirimnya,” ucap dia.
Komplotan peredaran esktasi ini diduga kuat jaringan Malaysia dengan menggunakan sistem yang terorganisir. “Itu kami deteksi dengan cara kerja kurir sistem komunikasi terputus. Karena jika barang berhasil diantar, maka nomor seluler bandar langsung diganti,” ungkap AKP Andi Sofyan.
“Intinya, ekstasi warna-warni ini memang disiapkan khusus untuk malam pergantian tahun. Namun kita berhasil ungkap sebelum beredar,” tandasnya. (ady/b)

Laman: 1 2 3

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini