Connect with us

Headline

Gagal Menangkan Usungan Golkar, Syamsuddin Mundur

-

MAKASSAR, BKM — Syamsuddin A Hamid mundur dari jabatannya selaku ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Pangkep. Surat pengunduran diri Syamsuddin yang juga bupati Pangkep dua periode ini tengah diajukan kepada Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Dr Taufan Pawe dengan dibubuhi tandan tangan dan materai.
Informasi yang dikumpulkan koran ini, Syamuddin A Hamid mundur selain karena periode kepengurusannya yang hampir berakhir, juga karena hasil-kerja politik partai berlambang pohon beringian rindang di daerah penghasil bandeng ini terus menurun. Pada pemilihan bupati (pilbup) Pangkep, paslon yang diusung Partai Golkar, yakni Andi Ilham Zainuddin-Rismayani hanya menempati posisi ketiga dari empat pasangan calon.
Tak hanya itu, hasil pemilu legislatif (pileg) 2019 lalu, suara Golkar juga anjlok. Seperti diketahui, suara dan kursi Golkar turun hingga hanya meloloskan wakil ketua DPRD. Padahal di pileg sebelumnya, Golkar selalu menempati posisi ketua dewan.
Syamsuddin Hamid yang dihubungi soal surat pengunduran dirinya yang beredar di media sosial, menjawab diplomatis. ”Saya tahu diri sebab gagal menjadikan Golkar sebagai pemenang di Pangkep,” ujar ketua Golkar tiga periode ini.
Soal mundurnya ayah kandung dari anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel Sofyan Syam ini, juru bicara Golkar Sulsel Salwa Mochtar, mengaku belum menerima surat pengunduran diri dari Syamsuddin Hamid. “Suratnya kita belum terima. Tapi kalau itu betul, tentunya kita menghargai semangat dan tanggung jawab beliau (Syamsuddin Hamid). Dari awal beliau kader Golkar yang andal dan penuh tanggung jawab,” jelas Salwa, kemarin.

Lirik Bupati-Wabup Terpilih

Partai Golkar Sulsel juga dikabarkan tengah melirik sejumlah bupati dan wakil bupati terpilih untuk menjadi ketua DPD II pada musyawarah daerah (musda) Januari hingga Juni 2021 mendatang.
Ada sejumlah nama yang dibidik. Di antaranya Andi Muchtar Ali Yusuf yang terpilih sebagai bupati Bulukumba, Hj Suhartina Bohari yang terpilih sebagai wakil bupati Maros, Theofilus Allorerung yang baru saja terpilih sebagai bupati di Tana Toraja, dan Budiman yang juga terpilih sebagai wakil bupati di Luwu Timur.
Nama-nama yang dilirik itu hampir semuanya merupakan usungan Partai Gerindra bersama sejumlah aprtai koalisi. Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin yang dimintai komentarnya soal lirikan tersebut berharap agar pimpinan partai untuk menahan diri mengajak bupati dan wakil bupati terpilih untuk bergabung di partai tersebut.
“Gerindra cukup berpengalaman dalam hal bajak membajak kader terpilih,”ujar Darmawangsyah Muin yang juga wakil ketua DPRD Sulsel ini, Senin (28/12).
Menuutnya, partai berlambang kepala burung garuda ini pernah memiliki usungan yang menang lalu pindah dan dan bergabung dengan partai lain seperti Basli Ali di Kabupaten kepulauan Selayar, Indah Putri Indriani di Kabupaten Luwu Utara dan Basmin Mattayang di Kabupaten Luwu.
Sekedar di ketahui pada pemilihan bupati (pilbup) 2018 lalu usungan Partai Gerindra menang di delapan daerah, sedangkan pada pilbup 2019 ini usungan dan dukungan partai yang didirikan Prabowo Subianto ini unggul di tujuh daerah. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini