Kriminal

Kapolsek Bontoala Bahas Tawuran Kelompok Kandea-Lembo


PERTEMUAN -- Suasana pertemuan yang digelar Kapolsek Bontoala bersama tokoh masyarakat terkait kembali terjadinya tawuran kelompok antara warga Kandea (Kecamatan Bontoala) dengan warga Lembo, Bunga Ejayya (Kecamatan Tallo.

MAKASSAR, BKM — Pasca-tawuran dua kelompok warga, yakni antara warga Kandea, Kecamatan Bontoala dan warga Lembo, Bunga Ejayya, Kecamatan Tallo, aparat kepolisian Polsek Bontoala dan Polsek Tallo dengan sigap melakukan pengamanan di lokasi bentrokan.
Bahkan, kedua Polsek mencari solusi terbaik agar kedua kubu yang saling bertikai, bisa rukun kembali. Untuk itu, Kapolsek Bontoala turun melakukan pertemuan dengan melibatkan para tokoh masyarakat (Tomas), Sabtu dinihari (3/1).
Kapolsek Bontoala, Kompol Andriyani Lilikay yang dikonfirmasi, mengakui, pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Polsek Tallo untuk menyikapi permasalahan terkait tawuran kelompok yang terjadi di wilayah hukumnya.
”Upaya kami untuk menghentikan tawuran kelompok di wilayah hukum kami dan wilayah hukum Polsek Tallo, yakni kami berkoordinasi dengan Polsek Tallo guna mendamaikan kedua kubu yang bertikai, agar tawuran tidak lagi berlanjut,” kata Kompol Andriyani.

Menurut perwira polisi wanita berpangkat satu bunga melati di pundaknya ini, pihaknya akan mencari solusi terbaik terhadap kedua kubu yang bertikai. ”Kami mengundang tokoh masyarakat dan seluruh komponen di dua kecamatan agar menyampaikan apa yang jadi pembahasan dalam pertemuan kami yang tak lain menginginkan situasi yang nyaman dan warga di kedua kecamatan hidup dalam kedamaian,” ungkapnya, Minggu (3/1).
Dalam pertemuan itu, lanjutnya, juga turut dihadirkan orang-orang yang terdeteksi sebagai pelaku tawuran untuk didengarkan apa maunya. ”Dalam pertemuan itu kami hadirkan pelaku tawuran yang terdeteksi dan diminta apa keinginan mereka agar bisa diketahui pokok permasalahan sebenarnya,” katanya.
Selain melakukan pertemuan bersama tokoh masyarakat dan para pelaku tawuran yang terdeteksi, sambungnya lagi, personel Polsek Bontoala dikerahkan berpatroli di lokasi bentrokan. Juga berpatroli di wilayah hukum Polsek Bontoala, di antaranya Jalan Sunu, Jalan Al Markaz tepi kanal, Jalan Kandea 3, Jalan Masjid Raya, Jalan Latimojong (pos Nataru), Jalan Andalas, dan Jalan Bandang.
”Sasaran patroli ke pemukiman warga tempat ibadah, di lokasi personel juga mengumpulkan keluhan warga dan menyelidiki kasus yang kerap terjadi, seperti kasus curat, curanmor, dan curas (kasus 3C). Kemudian personel juga mengimbau kepada warga agar mematuhi protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, hindari kerumunan, dan selalu memakai masker untuk memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Bontoala,” jelasnya.
Hadir dalam pertemuan mencari solusi kedua kubu bertikai tersebut, di antaranya provos Polrestabes Makassar, Ipda Ispiriyanto, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.