Kriminal

Cegah Tawuran, Posko Keamanan Kembali Diaktifkan


PERTEMUAN -- Suasana pertemuan yang digelar pihak Polsek Tallo dan Polsek Bontoala bersama tokoh masyarakat setempat dalam membahas rencana pengaktifan kembali Posko keamanan bersama di wilayah perbatasan Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo dengan Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala.

MAKASSAR, BKM — Mengantisipasi aksi tawuran warga yang kerap terjadi di wilayah perbatasan antara wilayah hukum Polsek Tallo dan Polsek Bontoala, Kapolsek Tallo, Kompol Saharuddin menemui Ketua RW Kelurahan Bunga Eja Beru, H Thahir.

Hal itu dikemukakan Kapolsek Tallo, Kompol Saharuddin yang dikonfirmasi, Selasa (5/1). Pihaknya menemui ketua RW 04 Bunga Eja Beru dalam rangka musyawarah dan membahas solusi agar tidak terjadi lagi tawuran kelompok warga yang belum lama ini terjadi antara warga Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo dengan warga Baraya, Kecamatan Bontoala.

”Dalam pertemuan saat itu saya didampingi Wakapolsek, AKP Luki Jamaluddin, Kanitres AKP Abd Hakim Bahar, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bunga Eja Beru, Bripka Elias, dan Camat Tallo, A Zainal A Takko. Kemudian hadir pula Satuan Linmas Kecamatan Tallo dan beberapa tokoh masyarakat Kelurahan Bunga Eja Beru, serta ada delapan RT,” sebut Kapolsek.

Perwira satu bunga melati di pundaknya ini melanjutkan, pertemuan itu membahas upaya dalam mencegah tawuran di wilayah perbatasan agar tidak lagi terjadi.

Menurut Kapolsek, kedua kelompok sebelumnya pernah berdamai dan aman selama tiga bulan. Namun entah apa lagi penyebabnya hingga mereka kedua kelompok warga kembali tawuran.
”Tiga bulan di wilayah perbatasan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo dan Baraya, Kecamatan Bontoala dalam situasi aman. Kala itu setelah mereka berdamai. Bahkan, personel jaga saat itu Posko selama dua bulan. Nah, sekarang kami kembali tawarkan ke warga untuk buat Posko gabungan antara anggota dan warga di Bunga Eja Beru. Alhamdulillah warga menyepakati,” beber Kapolsek.

Kendati akan membangun Posko tepatnya di Masjid Nurul Hidayah, kemudian Posko gabungan melibatkan warga. Itu di komandoi oleh personel.
”Posko yang kami bentuk saat ini akan ditempati personel kepolisian dan warga. Dan warga mengikuti petunjuk personel. Misalnya ada yang menyerang, personel melarang untuk tidak membalas, sehingga yang menyerang ketika tahu ada petugas mereka tidak lagi menyerang,” jelas Kompol Saharudin.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Kapolsek Bontoala, sehingga apa yang telah dibahas terkait solusi tawuran mereka juga akan membuat Posko. ”Dengan dibangunnya Posko, Insya Allah kedua pihak yang kerap tawuran tidak lagi tawuran. Posko dijaga 1×24 jam baik Polsek Tallo maupun Polsek Bontoala. Biar tidak ada penyerangan terjadi. Dan di Posko itu, personel Polsek Bontoala dan Polsek Tallo selalu ada,” kata Kompol Saharuddin sembari mengajak untuk menjaga Kamtibmas wilayah perbatasan, dengan berkolaborasi pengamanan tentu akan menciptakan kedamaian. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.