Connect with us

Kriminal

Berkas Penyidikan Dinyatakan P-21

Babak Baru Korupsi Lahan Bandara Mengkendek

-

MAKASSAR, BKM — Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, telah menerima surat penyampaian P-21 dari jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.
Jaksa peneliti Kejati Sulsel menyatakan, berkas penyidikan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan proyek Bandara Buntu Kunyi, di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, dinyatakan lengkap (P-21).
Perkara yang diduga telah merugikan negara sebesar Rp21 miliar tersebut, dinilai jaksa peneliti telah memenuhi syarat untuk ditingkatkan ke tahap penuntutan (tahap II). Hal tersebut dibenarkan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Ferdi, Kamis (7/1).
”Berkas penyidikan kasus tersebut telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh jaksa,” ujar Widoni.
Sebelumnya, berkas tersebut telah bolak balik selama tujuh tahun, dan sempat empat kali disupervisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Dengan alasan belum cukup bukti untuk bisa ditingkatkan ke tahap penuntutan.
Termasuk adanya beberapa syarat formil dan syarat materil yang belum terpenuhi. Sehingga berkas perkara tersebut sempat bolak balik di Polda Sulsel dan Kejati Sulsel, selama 7 tahun.
”Setelah kami berkoordinasi secara intens dengan pihak Kejati Sulsel, akhirnya berkas perkara itu dinyatakan lengkap,” tandas Widoni.
Tentu hal ini juga tidak terlepas dari kerjasama dan koordinasi yang baik, antara pihak Polda Sulsel dengan Kejati Sulsel. Serta dorongan dari Kepala Kejati Sulsel untuk segera (mem P-21 kan) perkara tersebut.
”Baru berkas tersangka mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tana Toraja, Enos Karoma, yang dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti,” tukas perwira tiga bunga ini.
Sedangkan untuk splitan berkas perkara 7 tersangka lainnya, kata Widoni, akan menyusul untuk di P-21 kan. ”Untuk pelimpahan tahap dua tersangka lainnya, nanti akan dilimpahkan secara serentak ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), setelah berkasnya dilengkapi oleh penyidik,” kata Widoni.
Diketahui, penyidikan kasus ini telah bergulir pada tahun 2014 hingga tahun 2020 ini. Diawal tahun ini perkara tersebut akhirnya menemui titik terang. Sebelumnya ada 8 orang yang telah dijadikan tersangka dalam kasus ini.
Bahkan, sempat menjalani masa penahanan. Namun lantaran kurang cukup bukti, kedelapan tersangka tersebut akhirnya dinyatakan keluar demi hukum. Karena masa penahanannya telah habis.
Mereka yang telah dinyatakan sebagai tersangka, yaitu mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tana Toraja, Enos Karoma, Kepala Bappeda, Yunus Sirante, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Haris Paridy, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika Pos dan Telekomunikasi, Agus Sosang.
Juga, mantan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Yunus Palayukan, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman, Gerson Papalangi, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Zeth John Tolla, dan Camat Mengkendek, Ruben Rombe Randa. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini