Headline

Terduga Teroris Menyebar di Sulsel


MAKASSAR, BKM — Terduga teroris yang disergap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri ternyata menyebar di Sulsel. Ada di Makassar, Gowa, hingga Enrekang. Mereka kini telah berhasil diamankan.
Hal ini terungkap dalam jumpa pers terkait situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulsel, dan update tindakan hukum oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sulawesi Selatan, Kamis (7/1). Kegiatan yang berlangsung di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel ini dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Analis Kebijakan Bidang Intelijen Densus 88 Antiteror Brigjen Pol Ibnu Suhendra, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, dan Direktur Ditkrimum Polda Sulsel Kombes Pol Turman Sormin Siregar.
Polisi juga merilis identitas 20 nama-nama terduga teroris yang diamankan. Dari jumlah itu, dua orang meninggal dunia saat penyergapan. Yakni Moh Rizaldy S dan Sanjai Ajis. Satu lainnya yang juga tertembak dalam penggerebekan, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara dengan pengawasan ketat aparat.
Untuk 18 orang terduga teroris lainnya, masing-masing Zf, RZ, MS alias DI, Ns alias Cl alias Abu Nushnar, Mrs, AA, APA, Ic, An, Iw, Hn, MVO, AS, Ustas Bs, HH, AA, Rs alias AJ, dan HA.
Menurut Kapolda Irjen Merdisyam, sebelum dilakukan penyergapan, telah dilakukan pengintaian selama bertahun-tahun. “Telah dilakukan pengintaian sejak tahun 2015, hingga akhirnya dilakukan penggerebekan Densus 88 kemarin,” ujarnya.
20 orang ini diduga kuat terkait dengan ISIS dan Yayasan Aridho milik Ustaz Basri yang merupakan narapidana teroris dan meninggal dunia di Lapas Nusakambangan beberapa waktu lalu. Mereka bahkan terindikasi kuat telah terlibat beberapa rangkaian kejahatan terorisme.
“Pelaku merupakan jaringan JAD bersama dengan ratusan jamaah lainnya mengadakan baiat kepada khilafah atau ISIS pada tahun 2015 di Ponpes Arridho pimpinan Ustaz Basri,” sebut Merdi.
Mereka juga mengadakan kajian khusus pendukung daulah di Villa Mutiara dan Yayasan Arridho. Sejak Oktober 2020 kelompok ini secara rutin latihan menembak dan naik gunung. Fasilitator pelarian diidentifikasi atas nama Andi Baso (DPO bom Gereja Oukumene Samarinda tahun 2017). Termasuk perencana bom Gereja Katedral di Jolo, Filipina tahun 2019.
Penyergapan yang dilakukan polisi di hari Rabu (6/1) tidak hanya di satu titik, melainkan pada lima lokasi. Tiga titik di Makassar, masing-masing di Villa Mutiara, Kecamatan Biringkanaya, Sudiang Raya, serta Tallo. Satu lokasi di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Serta satu lainnya di Dusun Taulo, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.
Lokasi pertama yang disasar adalah sebuah kompleks perumahan di Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Penggerebekan di Gowa pada pukul 04.00 Wita ini berhasil mengamankan sembilan orang terduga teroris.
Penyergapan dilanjutkan ke Jalan Boulevard, Klaster Biru, Kompleks Perumahan Villa Mutiara Biru, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Tim gabungan berhasil mengamankan 10 orang terduga teroris. Sempat terjadi perlawanan di lokasi ini. Akibatnya, dua terduga teroris ditembak mati, dan satu lainnya mengalami luka tembak.
“Dilakukan tindakan tegas terukur terhadap MR dan AS karena melawan dengan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP,” tambahnya.
Dari Makassar, Densus 88 Antiteror melanjutkan penyergapan di Dusun Taulo, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Di lokasi ini diamankan seorang terduga teroris berinisial RT alias AJ tanpa perlawanan sekitar pukul 16.30 Wita. “Di Enrekang itu yang terakhir, sehingga jumlahnya 20 orang,” ucap Merdi.
Pada rangkaian penyergapan yang dilakukan, Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan berbagai barang bukti. Di antaranya sejumlah senapan angin jenis PCP, busur panah, bahan peledak, senjata tajam, buku-buku yang berkaitan dengan terorisme, serta sejumlah pakaian. Barang bukti tersebut diperlihatkan kepada wartawan dalam rilis, kemarin.
Dengan terungkapnya jaringan teroris ini di Sulsel, Polri masih akan terus melakukan pendalaman-pendalaman. ”Tentu kita akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk jajaran polres-polres untuk melakukan identifikasi dan melacak keberadaan jaringan ini di seluruh wilayah Sulsel,” tandas Irjen Merdisyam. (mat)

Komentar Anda





Comments
To Top
.