Headline

Berharap Mukjizat di Tragedi Sriwijaya Air


MAKASSAR, BKM — Duka mendalam mengalir untuk para korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 PK-CLC. Termasuk dari Sulawesi Selatan. Sebab di antara 62 penumpang dalam pesawat tersebut, satu orang bernama Ricko Demanius Mahulette (30) berasal dari Sulsel.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah menyatakan prihatin dengan peristiwa tersebut. Ia pun berharap seluruh keluarga dapat bersabar. ”Yang pasti saya ikut merasakan musibah ini. Mudah-mudahan ada mukjizat,” kata Nurdin, Minggu (10/1).
Nurdin memohon dukungan agar pemerintah dan tim yang melakukan pencarian dapat lancar dalam melaksanakan tugas. Masyarakat diminta untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait penyebab pasti jatuhnya pesawat.
“Kita tetap optimistis, tim gabungan yang melakukan pencarian akan terus melakukan upaya-upaya agar betul-betul dapat kepastian apa yang sesungguhnya terjadi dengan Sriwijaya Air. Kita tunggu saja sampai ada keputusan pemerintah. Yang pasti kami prihatin dengan kejadian ini,” tandasnya.
Terpisah, ibunda Ricko, Magdalena Rieuwpassa yang ditemui di kediamannya Kompleks Puri Kencana Asri, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, kemarin tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Ia pun berserah diri kepada Tuhan atas kejadian yang menimpa putranya.
”Terakhir dia (Ricko) komunikasi dengan istrinya jam 2 (pukul 14.00). Dikiranya sudah landing, karena jadwal penerbangannya pukul 1 (13.00),” tuturnya.
Pesawat Sriwijaya Air yang ditumpangi Ricko hilang kontak setelah lima menit lepas landas dari bandara Jakarta menuju Pontianak, Sabtu (9/1). Kapal kemudian disebutkan jatuh di perairan Kepulauan Seriba. Ricko ada di dalam pesawat jenis Boeing 737-500 yang mengangkut 62 orang itu.
Korban merupakan karyawan PLN yang bertugas di Pontianak. Sebelumnya datang ke Makassar untuk menghabiskan cuti Natal dan Tahun Baru bersama istri dan anaknya selama tiga minggu. Keluarga, kata Magdalena, tetap berharap penuh terhadap keselamatan sang putra tercinta.
”Kita belum dapat kabar pastinya, karena istri dan ayahnya tadi pagi (kemarin) ke Jakarta setelah ada kabar kecelakaan. Saya masih tunggu kabar keluarga di sana,” ujarnya.
Ricko merupakan anak pertama yang kini bertugas di Kalimantan. Walau sudah berkeluarga, istri dan anaknya yang berusia lima tahun tetap tinggal di Makassar. Karena masih ingin berlibur Natal, sehingga Ricko memutuskan balik ke Pontianak terlebih dahulu. Sebagai ibu, Magdalena tidak punya tanda-tanda ataupun firasat jika pesawat yang ditumpangi Ricko akan mengalami kecelakaan.
Ricko sudah delapan tahun bekerja di Pontianak, terhitung sejak 2012. Sebagai ibu, Magdalena sempat menyarankan kepada anaknya untuk pulang bersama-sama istri dan anaknya. Namun Ricko tetap meneruskan niatnya untuk pulang.
Untuk keberangkatannya, Ricko disebutkan memesan tiket pesawat dengan maskapai lain. Namun tiba-tiba dialihkan ke pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak beberapa saat setelah lepas landas.
”Rencananya ia pakai pesawat Adam Air, tapi tiba-tiba dialihkan ke Sriwijaya Air. Kami tidak tahu kenapa sampai begitu, tapi kami pikir itu aman-aman saja,” terangnya. (ita-nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.