Headline

Gubernur-Forkopimda Disuntik Vaksin 13 Januari


MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengaku telah mendaftarkan diri untuk menerima vaksin covid-19, yang saat ini tengah menunggu izin edar dari BPOM atas uji klinis tahap ketiga. Rencananya, NA akan menerima vaksin bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tenaga kesehatan pada 13 Januari 2021 mendatang.
“Kita sudah mendaftar semua. Untuk jadwalnya, masih menunggu izin edar dari Badan POM, karena saat ini sudah masuk uji klinis. Mudah-mudahan ini selesai dan dinyatakan tidak ada masalah. Tentu kita semua siap untuk disuntuk vaksin,” ujarnya, kemarin.
“Saya, Pak Kapolda, Pangdam, dan jajaran tenaga kesehatan yang lain akan kita mulai tanggal 13 (Januari),” sambungnya.
Gubernur berharap pemberian vaksin nantinya dapat berjalan lancar, sehingga kasus covid-19 bisa ditekan. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar mencari sumber informasi resmi pemerintah terkait vaksin.
“Karena ini adalah wabah dan vaksin adalah solusi, saya imbau kepada masyarakat untuk mengikuti informasi resmi. Jangan kita terpengaruh dengan berita-berita yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.
Nurdin menegaskan, vaksin Sinovac yang tiba di Sulsel tengah diuji klinis tahap tiga dan telah mengantongi izin halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Vaksin Sinovac sudah dilakukan uji klinis yang ketiga. Badan POM akan mengeluarkan izin edar. Jadi tidak akan mungkin kita melakukan vaksin kalau belum ada uji klinis. MUI juga sudah sampaikan kalau vaksin ini halal,” jelasnya.
NA juga meminta kepada seluruh bupati dan wali kota serta pimpinan OPD untuk mendukung penuh penyelenggaraan vaksinasu ini. “Saya mengimbau kepada seluruh pimpinan daerah, bupati, wali kota serta seluruh OPD untuk betul-betul memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan vaksinasi ini. Kita berharap semuanya berjalan lancar. Masyarakat imunitasnya semakin terbentuk, sehingga bisa terlindungi dari covid-19,” tandas Nurdin.
Ia juga memastikan pemberian vaksin kepada masyarakat mengikuti petunjuk teknis (juknis) Kementerian Kesehatan, yang salah satunya memerhatikan data klinis pasien. Tak lupa Nurdin menyampaikan agar masyarakat terus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat hingga vaksin selesai diberikan, guna memutus rantai penularan virus serta sosialisasi informasi yang akurat mengenai pelaksanaan pemberian vaksin.
“Saya minta dua hal. Yang pertama, sosialisasi tentang penyelenggaraan vaksin. Kedua adalah hingga vaksinasi selesai, kita terus menjaga protokol kesehatan secara ketat sehingga kita bisa memutus rantai penularan covid-19,” ujarnya.
Diketahui, gelombang dua penyaluran vaksin di Sulsel telah tiba di terminal kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (8/1) pukul 12.30 Wita. Sebanyak 36.640 dosis vaksin covid-19 itu dibawa menggunakan pesawat Garuda.
Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel Ichsan Mustari, menyebut vaksin yang sudah diterima ini diperuntukkan khusus bagi tenaga kesehatan (nakes). Rencananya, tahap berikutnya akan kembali diterima pada Maret 2021.

“Ya, ini memang kita khususkan untuk nakes dulu. Nanti Maret akan ada lagi tahap dua. Kita sementara hitung berapa kebutuhannya,” kata Ichsan. (nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.