Kriminal

Kejati Sulsel Mulai Deteksi Dini Aktivitas Pendukung Ormas


MAKASSAR, BKM — Sejak 30 Desember 2020, Front Pembela Islam (FPI) telah resmi dibubarkan. Keputusan pemerintah membubarkan organisasi tersebut ditegaskan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). Adapun SKB mengatur tentang larangan kegiatan penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan FPI.
Menindaklanjuti SKB tersebut, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) memberikan imbauan bagi kejaksaan negeri untuk melakukan deteksi dini kegiatan atau respon pendukung Ormas itu. Langkah ini diambil guna mengantisipasi segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum.
”Sebagai tindaklanjut SKB yang diteken menteri dan termasuk jaksa agung, maka kami Kejati Sulsel tentunya mengimbau kepada kejaksaan negeri melakukan deteksi dini kegiatan khususnya para pendukung ormas itu pasca dibubarkan,” sebut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil, Kamis (7/1).
Pentingnya pendeteksian secara dini dilakukan, sebut Idil, agar mengetahui kegiatannya. Lalu sesegera mungkin bisa dilakukan antisipasinya. Begitupun pada kemungkinan-kemungkinan pembentukan organisasi dengan anggota yang sama.
”Jika kami temukan ada ganjil, tentu kami tindaklanjuti laporan,” tutupnya. (arf)

Komentar Anda





Comments
To Top
.