Metro

NA Belum Ingin Terapkan PKMM


int Nurdin Abdullah

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum memiliki rencana apakah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKMM) juga akan diberlakukan di Sulsel.
Pasalnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengaku, hingga saat ini hanya Jawa dan Bali saja yang telah mendapat instruksi penerapan PKMM. Sementara Sulsel belum.
Nurdin menambahkan, sesuai arahan pusat, PPKM baru di Jawa dan Bali. Sementara untuk daerah lain termasuk Sulsel, masih harus menunggu keputusan selanjutnya.
“Di Sulsel belum. Kita tunggu saja dulu,” kata Nurdin di sela kunjungan ke rumah salah satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182, Senin (11/1).
Ia mengakui, dampak dari PKMM bisa saja seperti saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yaitu tentu pada ekonomi. Olehnya, pihaknya mengatakan juga harus dipikirkan matang-matang.
Nurdin juga menyikapi pemberlakuan jam malam oleh Pemkot Makassar yang berakhir Senin kemarin, ia meminta pemerintah kota untuk mengkaji kembali. Apakah jam malam ini punya dampak terhadap pertumbuhan kasus.
“Kalau pertumbuhan kasusnya terus jalan, berarti harus kita selamatkan ekonomi kita juga. Kasihan para pedagang, UMKM, pejual martabak, penjual pisang epek,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani juga mengatakan, tiap daerah bisa saja memgusulkan pemberlakuan PSBB di daerahnya masing-masing. Seperti misalnya Makassar yang mengalami kelonjakan kasus terkomfirmasi positif beberapa hari belakangan.
Namun Abdul Hayat mengaku belum menerima surat pemberitahuan dari pemerintah kota Makassar terkait hal tersebut.
“Yang jelas intinya, jika ada daerah ingin melakukan PSBB, pastinya koordinasi dengan Pemprov Sulsel sebagai bagian dari pemerintahan pusat,” ungkapnya.(nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.