Headline

Wagub: Dia Adik Angkatan Saya


Hariyadi: Dia Pekerja dan Bertanggung Jawab

BKM/CHAIRIL KELUARGA RICKO-Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah berkunjung ke rumah keluarga Ricko Damianus Mahuletta, Senin (11/1). Nurdin menyapa putra semata wayang Ricko yang digendong neneknya Magdalena Rieuwpassa.

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi kediaman Ricko Damianus Mahulette, salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak, Senin (11/1). Mereka bertemu langsung dengan ibunda Ricko, Magdalena Rieuwpassa bersama anak semata wayang Ricko di kompleks perumahan Puri Asri, Tello.
“Kami turut merasakan rasa duka yang mendalam atas kejadian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu. Kebetulan Pak Ricko adalah warga Sulawesi Selatan yang bekerja di PLN. Dia anak yang punya potensi luar biasa,” kata Nurdin Abdullah.

Ia berharap, jasad alumni Teknik Sipil Unhas ini segera ditemukan.

“Tentu kami datang di kediaman beliau untuk menyampaikan rasa duka atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel. Semoga almarhum dapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga jasadnya bisa segera ditemukan,” ucapnya.

Andi Sudirman juga secara pribadi mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga Ricko. Ia bahkan mengungkap bahwa Ricko merupakan adik kelasnya ketika masih kuliah.

“Secara pribadi kami punya ikatan emosional sebagai sesama alumni Teknik Unhas. Dia adik angkatan saya. Ricko Sipil 2005, dan saya angkatan 2001,” kata Andi Sudirman.

Dirinya pun berharap pihak terkait bisa menjadikan musibah ini untuk evaluasi ketat pada sistem penerbangan. Pihak maskapai penerbangan diharapkan bisa memberikan informasi yang akurat kepada para keluarga penumpang yang berada di pesawat nahas tersebut.

“Tentu keluarga penumpang menunggu penjelasan dan update akurat terkait kejadian. Termasuk akses informasi secara utuh dan transparan,” katanya.

Salah satu rekan kerja Ricko di PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Pontianak, Hariyadi menyebut jika Ricko adalah seorang pekerja yang bertanggung jawab.

Hariyadi menceritakan jika Ricko yang berposisi terakhir sebagai asisten manager perencanaan sipil, tetap memgusahakan bekerja walaupun sedang cuti.

“Almarhum itu pekerja. Dia tidak puas kalau ada sesuatu yang dikerjakan belum selesai. Di masa dia cuti kemarin, ternyata ada sertifikat ISO yang tertinggal. Harusnya tidak perlu kalau orangnya tidak terlalu bertanggung jawab. Karena orangnya tipe pekerja dan punya tanggungjawab, dia izin sama keluarganya untuk nyusul aja,” jelasnya.

“Setelah pekerjaannya bisa diterima hari Jumat, lanjut Hariyadi, Ricko langsung ke Pontianak. Padahal rencana sekeluarga berangkat hari Senin.
”Nah, Sabtunya dia menuju ke pontianak. Harusnya berangkat pagi di pesawat NAM AIR. Tapi karena NAM AIR tidak jadi berangkat, ditunda dan dipindahkan ke Sriwijaya sorenya,” terangnya. (nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.