Metro

Alasan Ekonomi Longgarkan Aktifitas Warga


int Rudy Djamaluddin

MAKASSAR, BKM– Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin meneken Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor: 448.01/11/S.Edar/Kesbangpol/I/2021 tentang pembatasan Kegiatan Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Makassar. Kebijakan tersebut efektif berlaku mulai 12 Januari hingga 26 Januari 2021 mendatang.
Surat edaran itu dikeluarkan setelah melakukan pengkajian dan analisa yang dikaitkan dengan aktifitas ekonomi yang sangat terbatas saat diberlakukan jam malam hingga pukul 19.00 wita.
Berbeda dengan surat edaran sebelumnya, dimana aktivitas usaha hanya sampai pukul 19.00 wita, dalam surat edaran yang baru, aktifitas usaha diperpanjang atau dilonggarkan hingga pukul 22.00 wita.
“Pelaku usaha seperti mal, cafe, restoran, rumah makan, warkop hingga game center hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 22.00 wita,” ungkap Rudy.
Tidak hanya memperpanjang jam operasional pelaku usaha, Pemkot Makassar tidak lagi menutup tempat wisata ataupun fasilitas umum. Semuanya sudah bisa dibuka dan hanya boleh beroperasi hingga pukul 22.00 wita.
“Satgas covid-19 harus memantau penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan. Termasuk camat-lurah sebagai ketua satgas agar memperketat protokol kesehatan dan memetakan titik potensi keramaian di wilayah masing-masing,” ujar dia.
Formulasi baru ini diambil setelah pemkot memberlakukan selama tiga pekan kebijakan pembatasan jam operasional tempat usaha hingga pukul 19.00 Wita. Serta menutup tempat wisata.
“Kita tidak mau kebijakan itu justru menghantam ekonomi khususnya UMKM, makanya perlu formulasi baru, langkah-langkah yang lebih baik,” papar dia.
Kepala Bidang Ketertiban dan Keamanan Satpol PP Makassar, Pagar Alam menambahkan, edukasi kepada masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan terus dilakukan. Meski dia tidak menampik, pengawasan yang dilakukan saat ini tidak seketat Oktober lalu.
“Waktu itu anggota kita banyak, karena dibantu Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Perhubungan, tapi sekarang hanya Satpol PP yang turun sendiri. Apalagi sekarang anggota kita banyak yang OTG, ini juga yang membuat kita dilema,” tutur Pagar Alam.
Meski personel terbatas, Satpol PP tetap melakukan pengawasan secara intens. Dia juga meminta seluruh Ketua Satgas Covid-19 di kecamatan untuk turun mengawasi titik-titik ramai di wilayahnya masing-masing.
“Jadi kita cuma bantu kecamatan yang membutuhkan petugas untuk sama-sama melakukan patroli di wilayahnya,” tutur dia. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.