Headline

Bertemu Lewat Facebook, Penuhi Janji Suci Sehidup Semati


Perjalanan Cinta Rusni-Supianto, Suami Istri Korban Tragedi Sriwijaya Air

IST SEHIDUP SEMATI-Pasangan suami istri Rusni dan Supianto bersama putri semata wayangnya Abida Daniya semasa hidupnya. Ketiganya menjadi korban tragedi Sriwijaya Air SJ-182.

PINRANG, BKM — Harta, jodoh, dan kematian hanya Tuhan yang tahu. Tak ada satu pun manusia yang bisa menghindar dari takdir-Nya. Tak terkecuali Rusni dan Supianto.

PASANGAN suami istri ini menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) lalu. Tak banyak yang tahu perjalanan kisah asmara di antara mereka berdua.
Mustafa (48), kakak kandung Rusni mengenang kembali apa yang telah dilalui oleh keduanya.
Janji suci hingga akhir hayat yang diucapkan Supianto dan Rusni dipenuhi bersama. Mereka bersama seorang anak perempuannya yang masih berusia dua tahun, Abida Daniya menjemput ajal kala menumpangi pesawat dalam penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak.
Suprianto seorang duda asal Pontianak, Kalimantan Barat. Ia menikahi Rusni, janda dua anak dari Menro, Desa Watangpulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.
Pernikahan mereka berlangsung Desember 2017 silam. Seorang buah hati perempuan telah lahir dari ikatan suci itu.
Awal perkenalan Supianto dengan Rusni diketahui melalui media sosial Facebook. Rusni sebelumnya bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi. Sementara Supianto sebagai TKI di Sarawak, Malaysia.
Mereka menjalin kisah asmaranya secara jarak jauh melalui medsos, hingga akhirnya memutuskan untuk membangun mahligai rumah tangga. Pernikahan dilangsungkan di kampung halaman Rusni.
Mustafa menuturkan, suami dari adiknya itu merupakan seorang mualaf keturunan Tionghoa asal Pontianak. ”Mereka berkenalan lewat Facebook. Cukup lama,” tuturnya.
Sebelum mengikat akad suci di depan penghulu, Supianto pernah mengutarakan kepada Mustafa bahwa dirinya mencintai Rusni sepenuh hati. Sebelum didatangi untuk dilamar, Rusni juga mengutarakan pada Supianto bahwa dirinya tidak ingin gagal untuk ketiga kalinya dalam membina rumah tangga.
Rusni punya satu orang anak lelaki dari hasil perkawinan pertama. Demikian pula dari pernikahan kedua, dikaruniai satu orang anak namun berakhir dengan kegagalan. Pernikahan terakhir dengan Supianto, lahirlah Abida Daniya yang berusia dua tahun. Sementara anak kedua dari pernikahan kedua bernama Sri Wahyuni, warga Mattagie, Desa Wattang Pulu, Kabupaten Pinrang kini sudah beranjak remaja dan berusia 18 tahun. Perkawinan dari suami pertamanya bernama Asriadi (26).
Rusni pernah bercerita, Supianto menyatakan siap bertanggung jawab lahir batin terhadap dia dan dua anak tirinya. Hal itu ia buktikan dengan menepati janjinya dan memutuskan memeluk agama Islam. Ia menikahi Rusni secara Islam di Kabupaten Pinrang.
Selama rentang waktu perjalanan pernikahan mereka, Supianto membuktikan janji dan tanggungjawabnya. Ia menafkahi lahir batin Rusni dan anak-anaknya.
“Setelah menikah di tahun 2017, suami Rusni itu sempat tinggal di sini selama satu tahun. Kemudian memutuskan kembali ke Pontianak untuk bekerja. Makanya, data Supianto tidak ada di sini. Setelah menikah dia sering datang menemui istri dan anak-anaknya,” kata Mustafa saat ditemui di rumah korban, Selasa (11/1).
Mustafa menambahkan, setelah beberapa tahun bekerja, Supianto memutuskan untuk menjemput istri dan buah hatinya Abida Daniya. Rencananya, Supianto bermaksud mengenalkan Rusni dan bayinya untuk pertama kalinya kepada keluarga besarnya yang ada di Pontianak. Karena memang, istrinya itu belum pernah bertemu secara langsung dengan keluarga Supianto sejak menikah dua tahun silam.
“Supianto datang menjemput anak dan istrinya untuk pertama kalinya diperkenalkan secara langsung ke keluarganya di Pontianak. Namun, Tuhan berkehendak lain. Selamat jalan semuanya. Surga menantimu,” doa Mustafa untuk adik, ipar dan ponakannya. (ady/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.