Connect with us

Metro

Kaji Kemiskinan Subaltren di Kepulauan Aru, Dosen Unpatti Raih Doktor di UNM

-

MAKASSAR, BKM —  Realitas sosial nelayan di Kabupaten Kepulauan Aru adalah sebuah kontestasi pengetahuan nelayan yang dialektis. Pola hubungan agen dan subaltren (nelayan) bersifat simbiosis, eksploitasi berjenjang, dan minimnya bantuan pemerintah daerah.

Berdasar realitas sosial itu, diperlukan adanya strategi sosial untuk mengurangi kemiskinan yang dialami nelayan di Kabupaten Kepulauan Aru yang menempati urutan kelima termiskin, 27,13 persen dari 51.690 jiwa jumlah penduduk (BPS 2018). Hal itu melandasi Nur Aida Kubangun melakukan riset disertasi berjudul Kemiskinan Subaltren (Studi Kasus pada Masyarakat Nelayan Kabupaten Kepulauan Aru)

Ia mempertahankannya pada sidang ujian promosi untuk meraih gelar doktor Ilmu Sosiologi di Program Pascasarjana Unviversitas Negeri Makassar (PPs UNM) yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (12/1). Sidang dipimpin Ketua Prof Dr Anshari,MHum, dengan anggota Prof Dr Andi Agustang,MSi, Prof Dr Arlin Adam,MSi, Prof Dr Jumadi Sahabuddin,MSi, Dr Muhammad Syukur,MSi, dan Dr Syamsul Bahri,MSi.

Nur Aida yang juga dosen FKIP Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon meneliti dengan tujuan menemukan pola hubungan agen dan subaltren, bentuk eksploitasi nelayan, pemberlakuan pembayaran hak ulayat laut oleh elit adat, dan strategi sosial subaltren agar terbebas dari himpitan ekonomi.

Ada sejumlah hasil temuan dari riset ini. Pertama, elit adat, pemodal, dan juragan merupakan agen sosial utama yang mengkonstruksi dan mereproduksi struktur sosial berupa pola simbiosis sosial, yaitu saling ketergantungan antara agen dan subaltren. Kedua, eksploitasi berjenjang kekuatan kapital sosial, pemilikan modal adalah bentuk eksploitasi kelompok nelayan yang dilegitimasi adanya kesepakatan bersama (konsensus).

Ketiga, pola relasi bersifat eksploitatif mengakibatkan pergeseran budaya pengelolaan hak ulayat laut dari berbasis kearifan lokal menjadi ekonomistis yang dapat mengancam ketidakseimbangan ekosistem laut. Keempat, terbatasnya ruang aspirasi bagi stakeholders dalam menyuarakan kepentingan subaltren dan strategi yang dijalankan subaltren dalam realitas sosial belum maksimal.

Seusai menjawab sanggahan, bantahan, dan klarifikasi dewan penguji, Nur Aida Kubangun dinyatakan lulus dengan IPK 3,96 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai alumni doktor ke-892 PPs dan ke-159 Prodi S3 Ilmu Sosiologi.

Ketua Prodi S3 Ilmu Sosiologi PPs UNM Prof Dr Andi Agustang,MSi mengapresiasi riset Nur Aida Kubangun. Menurut Guru Besar Sosiologi UNM ini, kajian kemiskinan nelayan menarik diteliti karena realitas sosial hidup nelayan selalu termarginalkan.

“Harus ada strategi sosial yang dilakukan agar hidup nelayan dapat sejahtera. Temuan riset ini bermanfaat bagi pemda dalam mengatasi kemiskinan di daerah pesisir,” kata alumni Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung ini.

Sidang virtual juga dihadiri Rektor Unpatti Prof Dr MJ Sapteno,MHum, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr F Leiwakabessy,MPd, Dekan FKIP Prof Dr Th Laurens,MPd, Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial Drs W Pinos,MSi, dan Kaprodi Sejarah Dr Sem Teowe,MPd. (rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini