Kriminal

Jaringan Peredaran Kosmetik Ilegal Harus Dibongkar


MAKASSAR, BKM — Lembaga Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (PUKAT) turut angkat bicara mengenai pengungkapan kasus peredaran kosmetik ilegal oleh Polrestabes Makassar.
”Tentu kita dukung itu. Tapi jangan berhenti di situ. Bongkar semua jaringan lainnya yang ada. Utamanya kejar suplayer besarnya. Jangan hanya anak bawangnya saja ditangkap,” kata Direktur PUKAT Sulsel, Farid Mamma, ketika dimintai tanggapannya, Rabu (13/1).

Dalam membuat efek jera kepada para pelaku sindikat peredaran kosmetik ilegal, kata Farid, polisi bisa menerapkan pasal dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
”Mereka kan sudah lama pasarkan barangnya, tanpa mengantongi izin produksi maupun izin edar. Dan tentunya telah menghasilkan nilai cukup besar. Nah itu harus dikejar lewat pasal TPPU,” ujar Farid.

Ia juga berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta BPOM maksimal dalam mengawasi peredaran kosmetik ilegal di Makassar. Kalau memang ada produk tak berizin di lapangan, harusnya dikoordinasikan ke kepolisian.
”Agar segera ditindak tegas. Jangan terkesan didiami,” ungkap Farid.

Diketahui, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polrestabes Makassar mengungkap empat terduga pelaku masing-masing yang menguasai barang bukti kosmetik ilegal setelah dilakukan penggerebekan pada hari Minggu (10/1)
.
Kanit Tipidter Polrestabes Makassar, Iptu Ali, mengungkapkan, keempat terduga pelaku masing-masing menguasai barang bukti saat proses penangkapan dan penggerebekan berlangsung
.
”Pada saat penangkapan terhadap perempuan Halijah di Jalan Urip Sumohargo, barang bukti yang disita 50 paket kosmetik tanpa izin edar dari BPOM, kosmetik diamankan merek Maloloi,” sebut Iptu Ali.
Pengembangan kemudian dilakukan setelah Halijah diintrogasi dan menyebutkan keterlibatan rekannya seorang perempuan sambungnya.Alhasil, perempuan bernama Rita yang merupakan warga perumahan Royal Sentra Land di Maros berhasil diamankan.
Perempuan Rita yang merupakan HO, setelah dimintai keterangannya dan menyebutkan barang kosmetik yang diperolehnya itu langsung dari owner Maloloi. ”Pengembangan dilakukan Halija dan Rita digiring untuk menunjukkan barang kosmetik yang disembunyikan itu. Hasilnya ditemukan sebanyak 800 paket yang siap edar,” terang Iptu Ali.

Tidak sampai disitu, lanjutnya, lagi-lagi proses pengembangan dilakukan terhadap kedua owner Maloloi tersebut.
”Kedua owner Maloloi, Supardi dan Ulfa pun berhasil diendus, keduanya saat tengah berada di sebuah butik di Jalan Maccini. Keduanya pun digiring ke Mapolrestabes untuk diperiksa,” kata Iptu Ali.

Keterangan keduanya Supardi dan Ulfa mengakui perbuatannya bahwa betul dirinya merupakan owner kosmetik merek Maloloi tersebut. ”Katanya kosmetik yang diperoleh Supardi dan Ulfa itu ia pesan dari Jawa kemudian dikemas dengan menempelkan label dan merek Maloloi yang merupakan miliknya kemudian diedarkan di Kota Makassar dan sekitarnya dengan harga perpaketnya mulai dari Rp100 ribu sampai Rp130 ribu. Tergantung jumlah paketnya. Kini kelompok terduga pelaku dalam pemeriksaan lebih lanjut,” tandas Kanit Tipidter, Iptu Ali. (ish/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.