Bisnis

Produksi Batu Bara BUMI Ditargetkan Naik


JAKARTA, BKM — Sepanjang tahun 2020, emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memproduksi 83 sampai 85 juta ton batu bara. Jumlah ini hampir sama dengan produksi 2019. Sementara untuk tahun ini, BUMI menargetkan produksi batu bara mencapai 85 sampai 90 juta ton, atau naik sekitar 5,8 persen dibandingkan 2020.
”Masih belum menerima data pastinya. Tetapi saya rasa produksi sepanjang 2020 mencapai sekitar 83 sampai 85 juta ton. Sementara tahun ini kami mengupayakan bisa mencapai produksi 85-90 juta ton,” kata Director & Corporate Secretary PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava kepada CNBC Indonesia seperti dikutip dari salah satu media, Selasa (12/1).
Sebelumnya, Dileep mengatakan dalam kondisi pasar yang sempurna produksi Bumi Resources pernah lebih tinggi hingga 100 juta ton per tahun. Dia mengatakan perusahaan optimistis pada pasar batu bara tahun depan, terutama dengan adanya vaksin Covid-19.
Selain itu, di pasar global setelah adanya pemilihan presiden Amerika Serikat diproyeksikan beberapa konflik ekonomi global akan mereda. Dengan begitu permintaan batu bara pun diperkirakan meningkat.
”Strategi kami adalah memprioritaskan penjualan domestik, melindungi dan memperkuat pangsa pasar di luar negeri,” katanya.
Bumi Resources juga menjadi eskportir batu bara thermal terbesar di Indonesia, dengan pangsa pasar terbesar China. Dengan begitu aturan larangan impor batu bara dari Australia ke China seharusnya dapat menguntungkan bagi Indonesia, khususnya perusahaan.Dileep menambahkan Bumi Resources juga akan fokus pada optimalisasi dan efisiensi semua biaya, membayar utang dan memperbaiki struktur permodalan. Kemudian meningkatkan dan menekankan lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik. Saat ini perusahaan masih belum finalisasi target 2021, namun biasanya ekspor berkontribusi 75 persen dan dengan peningkatan produksi diharapkan bisa tetap berkisar 70 sampai 75 persen. (int)

Komentar Anda





Comments
To Top
.