Metro

Sulsel Dapat Kuota Pupuk 746,062 Ton


MAKASSAR, BKM–Provinsi Sulawesi Selatan mendapat kuota pupuk bersubsidi tahun 2021 sebanyak 746,062 ton. Rinciannya pupuk urea sebanyak 327.942 ton, SP36 sebanyak 34.797 ton, kemudian Za sebanyak 50.394 ton,NPK sebanyak 181.646 ton, NPK formula khusus sebanyak 8.500 ton, organik granul 40.795 ton dan organik cair sebanyak 101.988 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjajo, menyebutkan, dari kuota dari sebaran pupuk subsidi yang diperuntukkan Pemprov Sulsel. Pupuk ZA mengalami pengurangan tertinggi yakni 19 persen kemudian pupuk jenis SP36 yakni 1 persen.
“Persentase kenaikan dan penurunan pupuk tahun 2021, Urea naik 2 persen, sementara SP36 turun 1 persen, ZA turun 19 persen NPK naik 1 persen, organik terbagi granul dan cair,” ungkap Ardin, Rabu (13/1).
Ardin mengatakan, tahun 2021 Sulsel mendapatkan 15 persen pengurangan jatah pupuk bersubsidi. Pengurangan ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2020 sebesar 30 persen.
“Saya sudah tandatangani SK-nya, datanya sudah ada, tahun ini terdapat pengurangan jatah pupuk bersubsidi sebanyak 15 persen,” ungkap Ardin.
Telah diketahui pada tahun 2020 Sulsel mendapatkan jatah pupuk bersubsidi sebesar 514,192 ton. Jumlah ini tidak mencukupi kebutuhan petani di Sulsel sehingga Dinas Pertanian dan Perkebunan Sulsel mengajukan penambahan kuota sebesar 100 ton.
Dengan rincian, pupuk urea 50 ribu ton, ZA 10 ribu ton, SP36 30 ribu ton, dan NPL 10 ribu ton. Penambahan alokasi tersebut dilakukan lantaran ketersediaan pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan (Sulsel) kian menipis memasuki musim tanam tahap dua tahun 2020.
Ardin menuturkan pada dasarnya tidak ada kelangkaan pupuk hanya saja kuota terbatas untuk pupuk bersubsidi.
“Realisasi pupuk bersubsidi kita secara rata-rata sudah 90 persen dari kuota yang telah disiapkan,” ungkap Andi Ardin.
Ia mengaku ketersediaan kuota pupuk yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel dari tahun 2019 ke 2020 mengalami penurunan sekitar 20 persen dari lima jenis pupuk tersebut.
“Sebenarnya bukan kurang, tapi kuota terbatas lantaran dari tahun 2019 ke 2020 kuota pupuk bersubsidi di Sulsel terdapat pengurangan hingga 20 persen,” tutup Andi Ardin.(nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.