Headline

Istri Terpapar Covid, NA Batal Divaksin


Ketua DPRD Makassar, Sekkot, dan Kapolretabes tak Penuhi Syarat

BKM/CHAIRIL PENCANANGAN VAKSINASI-Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, bersama Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Kapolda Irjen Pol Merdisyam, Kajati Firdaus Dewilmar, Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, serta Sekprov Abdul Hayat Gani pada pencanangan vaksinasi covid-19 tingkat Sulsel di RSKD Dadi, Makassar, Kamis (14/1). Walau kondisinya sehat, Nurdin Abdullah dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk disuntik vaksin. Kerabat dekatnya terkonfirmasi terpapar covid-19.

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah batal menjadi orang pertama di Sulawesi Selatan yang divaksin. Ia tidak memenuhi salah satu persyaratan yang ditetapkan, walaupun dirinya dalam keadaan sehat. Istrinya Hj Liestiaty F Nurdin terpapar covid-19.
Karena alasan itu, NA belum divaksinasi untuk tahap pertama. Gubernur harus menunggu tiga bulan lagi guna mendapat suntikan vaksin.
”Semua kriteria harus betul-betul kita perhatian. Seperti saya, dari kriteria kesehatan semua memenuhi syarat. Termasuk tekanan darah dan sebagainya. Tapi karena ada kerabat yang terkonfirmasi positif, maka saya tidak bisa divaksin,” ujarnya dalam konferensi pers pada pencanangan vaksinasi serentak di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar, Kamis (14/1).
Kondisi yang dimaksud adalah terdapat anggota keluarga serumah yang kontak erat atau suspek, atau konfirmasi, atau sedang dalam perawatan karena penyakit covid-19 sebelumnya. Istrinya positif covid dan kini menjalani proses pemulihan.
Menyikapi hal tersebut, Nurdin berharap kepada Kementerian Kesehatan untuk mengkaji hal ini. Sebab tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi sasaran prioritas vaksinasi setiap harinya menghadapi pasien terkonfirmasi positif.
Adapun kondisi mereka yang tidak bisa disuntik vaksin, seperti terkonfirmasi pernah menderita covid-19, sedang hamil atau menyusui, mengalami gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir. Ada anggota keluarga serumah yang kontak erat atau suspek atau konfirmasi atau sedang dalam perawatan karena penyakit covid-19 sebelumnya
Selain itu, memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi ke-2) Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah. Menderita penyakit jantung (gagal jantung atau penyakit jantung koroner). Menderita penyakit autoimun sistemik (SLE atau lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.
Menderita penyakit ginjal (penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal atau transplantasi ginjal atau sindroma nefrotik dengan kortikosteroid. Menderita penyakit reumatik autoimun atau rhematoid arthritis. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis. Menderita penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun.
Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi.Apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapati hasil 140/90 atau lebih. Menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui.
Walau ditunda untuk divaksin, Nurdin mengapresiasi pelaksanaan program ini. ”Kita bersyukur, Alhamdulillah Bapak Presiden mendorong percepatan vaksinasi pada masyarakat Indonesia. Kali ini kita di Sulsel kebagian 66.640 vaksin. Pelaksanaannya kita mulai hari ini (kemarin),” kata Nurdin.
Dalam persiapan menuju vaksinasi, diakui Nurdin, pemerintah banyak mengalami berbagai hambatan. Termasuk berita dan informasi yang membuat masyarakat bingung.
“Memang pemerintah mengalami hambatan yang cukup berat. Karena banyak berita-berita yang membuat masyarakat kita bingung. Jujur saya ingin sampaikan pada kita semua, bahwa pandemi covid-19 ini solusinya adalah vaksin. Bukan yang lain,” tandas Nurdin.
Menurutnya, vaksinasi perlu karena angka positif meningkat. Untuk itu, ia meminta Dinas Kesehatan untuk memperbanyak tracing dan testing. “Karena semakin banyak kita temukan, maka semakin menurunkan tingkat penularan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari menyebutkan, vaksinasi pada tahap awal ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berjumlah 59.127 untuk 24 kabupaten/kota. Vaksin yang digunakan 66.640 dan didistribusikan ke kabupaten/kota.
Untuk tenaga kesehatan dilaksanakan selama dua bulan, yakni Januari-Februari 2021. Pada tahap pertama dilaksanakan di Makassar, Maros dan Gowa. Selanjutnya, 21 kabupaten/kota lainnya pada bulan Februari 2021. “Vaksinasi akan dilakukan di 470 puskesmas dan klinik, serta 30 rumah sakit umum daerah, baik pemerintah daerah maupun TNI-Polri,” jelasnya.
Vaksinasi dilaksanakan oleh vaksinator yang telah dilatih khusus. Vaksin yang digunakan adalah produksi Sinovac dan telah diuji klinis sampai tiga kali. Juga telah ada izin penggunaan dari BPOM berupa sertifikat penggunaan darurat atau Emergency Use of Authorization (EUA), serta sertifikat halal dan suci dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Perlu kami sampaikan EUA adalah izin yang dikeluarkan oleh BPOM yang diberikan dalam keadaan darurat. Olehnya itu, dalam pemberian vaksin ini, diperlukan beberapa kriteria tertentu terkait dengan penanganan terhadap yang akan mendapatkan vaksin ini,” paparnya.

21 Bersedia, Hanya 11 Lolos

Untuk Kota Makassar, pencanangan vaksinasi covid-19 dipusatkan di Puskesmas Makkasau, kemarin. Penjabat Wali Kota Rudy Djamaluddin bersama Forkopimda hadir di tempat ini. Kegiatan ditandai dengan penyuntikan vaksin Sinovac kepala Rudy, Forkopimda dan sejumlah undangan yang terpilih.
Sesuai daftar dari Dinas Kesehatan, ada 32 orang yang rencananya divaksinasi saat pencanangan dilakukan. Namun, dari 32 nama yang diundang, hanya 21 yang hadir dan menyatakan kesediaannya untuk divaksin. Di antaranya sekkot Makassar, ketua DPRD Makassar, kapolrestabes Makassar, wakasat Intelkam Polrestabes, Dandenpom, pelaksana tigas kepala Dinas Kesehatan Makassar, ketua IDI Makassar, ketua PDGI Makassar, PPNI Makassar, direktur RSGMP Unhas, pimpinan STIKES Sandy Karsa, Ketua Persakmi, dekan FKG UMI, serta dekan FKG Unhas.
Sayangnya, dari 21 orang tersebut, setelah melewati tahap skrining terlebih dahulu, hanya 11 yang dinyatakan lolos untuk divaksin. Beberapa di antaranya adalah Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, Dandim 1408/BS, kapolres Pelabuhan, serta Dandenpom.
Yang tidak lolos screening untuk divaksin adalah Sekkot Makassar Muhammad Anshar dan Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo. Keduanya memiliki tekanan darah yang melampaui batas normal. Sementara Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu, tidak bisa divaksin karena memiliki riwayat penyakit jantung.
Rudy mendapat kesempatan pertama untuk divaksin. Usai melewati proses injeksi vaksin, ia tidak diperbolehkan pulang terlebih dahulu. Harus menunggu selama 30 menit untuk dipantau dan diobservasi reaksinya pascavaksinasi. Rudy juga mendapatkan sertifikat sebagai bukti kalau dirinya sudah divaksin.
Di hadapan media yang hadir, Rudy mengaku tidak merasakan apa-apa saat jarum disuntikkan ke tubuhnya. “Tidak terasa apa-apa. Jarumnya seperti jarum suntik yang diperuntukkan buat anak bayi. Sangat halus dan yang menyuntik juga sudah ahli. Jadi aman-aman saja,” ungkapnya.
Namun, beberapa saat usai vaksin, dia mengaku lengan kirinya sempat pegal. “Seperti ada pegal. Mungkin karena ada benda asing masuk dan badan bereaksi. Tapi hampir tidak ada rasanya. Selebihnya, tidak ada efek sama sekali,” bebernya.
Lebih jauh dia menjelaskan, khusus Kota Makassar mendapatkan kouta vaksin sebanyak 14.324 vaksin. Untuk tahap awal pendistribusian diberikan 3.000 botol.
“Sudah ada di Makassar itu sekitar 3.000 vaksin. Dan yang sudah terdistribusi tahap awal ada 500 botol vaksin. Rencana tahap kedua 18 Januari,” terangnya.
Ia menjelaskan ada dua tujuan pemberian vaksin ini, yakni untuk melindungi diri kita sendiri dan bagaimana memutus penyebaran mata rantai covid-19 secara drastis. Untuk itu, Rudy meminta kepada masyarakat agar memandang vaksin ini sebagai hal yang positif.
“Ini bentuk perlindungan, jadi jangan takut divaksin. Karena yakin tidak ada pemerintah yang akan mencelakakan warganya,” pungkas Rudy.
Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Makassar Agus Djaja Said menyebut, pihaknya sudah menyiapkan 500 vaksinator yang siap melayani masyarakat yang ingin divaksin covid. Dia memberi catatan, ada beberapa kriteria orang yang tidak bisa divaksin. “Karena itu, sebelum melewati proses vaksinasi, yang bersangkutan harus melewati proses skrining dulu untuk mengetahui apakah memang bisa divaksin atau tidak. Makanya, diharapkan beri informasi yang jujur terkait riwayat penyakit,” tandas Agus.

Vaksinasi di PKM dan RS Pelamonia

Dinkes Makassar telah mendistribusikan vaksin covid-19 untuk sembilan puskesmas. Vaksinasi mulai dilakukan pada Kamis (14/1) di Puskesmas Makkasau, Jalan Andi Makkasau Lorong, Kecamatan Ujung Pandang. Juga di Puskesmas Andalas, Puskesmas Kaluku Bodoa, Puskesmas Mangasa, Puskesmas Antang, Puskesmas Bangkala, Puskesmas Bulurokeng, Puskesmas Sudiang Raya, dan Puskesmas Tamalarea.
“Kita telah mendistribusikan vaksin yang siap melayani dan telah terjadwal vaksinasi di PKM Kota Makassar. Untuk hari ini (kemarin) pencanangan di PKM Makkasau,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar dr. Nursaidah, kemarin.
Kepala Puskesmas Antang dr Roslyna Abubakar, menjelaskan jumlah sasaran 15 vial, terpakai enam vial tenaga nakes, lima vial dipergunakan nakes PKM Antang sendiri dan satu digunakan nakes dari rumah sakit. ”Sembilan vial akan dipergunakan minggu depan, karena vaksinasi kami lakukan setiap hari kamis,” ungkap Kepala Puskesmas Antang dr Roslyna Abubakar.
Kepala Puskesmas Jumpandang Baru Tallo dr Eda, menjelaskan untuk di Puskesmas yang dipimpinnya, vaksinasi akan melaksanakan hari ini, Jumat (15/1). ”Ada tiga orang yang sudah mendaftar untuk ikut vaksin. PKM Jumpandang Baru mendapat jatah 60 vaksin, namun bertahap. Untuk tahap awal 15 vaksin. Pekan depan vaksin berikutnya akan diantarkan,” kata dr Eda.
Ia menegaskan, pembatasan pemberian vaksin covid-19 hanya kepada 15 orang bukan karena keterbatasan tenaga. Hanya saja dalam proses pemberian vaksin membutuhkan kehati-hatian.
“15 vaksin berarti 15 orang setiap dilakukan vaksinasi. Untuk kami di Puskesmas Jumpandang Baru dapat 60. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk bisa ikut vaksin,” imbuhnya.
Sedangkan Puskesmas Toddopuli akan melaksanakan vaksinasi pada Sabtu akhir pekan ini. “Untuk Pusekesmas Toddopuli Sabtu baru ada jadwal vaksinasi. Untuk jumlahnya belum kami ketahui,” ujar dr Hj Yayi Manggarsari.
Vaksinasi juga dilaksanakan di Rumah Sakit Pelamonia, Makassar, kemarin. Para tenaga kesehatan di tempat ini menjadi prioritas penyuntikan vaksin di jajaran Kodam XIV/Hasanuddin. RS Pelamonia sebagai salah satu RS TNI tempat pelaksanaan vaksinasi mendapatkan 20 vaksin setiap harinya.
Sebelum vaksinasi dilaksanakan, Kepala RS Pelamonia Kolonel CKM dr Pontjo Yunarko mengharapkan kepada seluruh jajaran nakes, prajurit TNI dan masyarakat agar ikut serta dalam program vaksinasi covid-19 ini.
”Kepada seluruh nakes yang berada di garda terdepan, apalagi prajurit TNI dan masyarakat untuk ikut dan menyukseskan program vaksinasi ini, agar masyarakat Indonesia keluar dari pandemi covid-19,” ujarnya. (nug-rhm-jun-pkl)

Komentar Anda





Comments
To Top
.