Headline

Rujab Ketua DPRD Sulbar dan Sekab Mamuju Rusak


Pasien RS Mitra Manakarra Dievakuasi Akibat Gempa

MAMUJU, BKM — Gempa dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, getaran mulai terasa pada pukul 14.35 Wita, Kamis (14/1). Pusat gempa berlokasi di 4 kilometer barat laut Majene. Terasa hingga Mamuju, ibu kota Provinsi Sulawesi Barat.
Sejumlah bangunan fisik mengalami kerusakan yang cukup parah. Salah satunya rumah jabatan Ketua DPRD Sulbar Hj Siti Suraidah Suhardi yang beralamat di Jalan Abdul Malik Pattana Endeng. Bangunan garasi untuk menyimpan kendaraan di rujab ini rubuh. Menimpa motor yang terparkir di bawahnya. Termasuk rumah jabatan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamuju Suaib. Pagar keliling rujab di Jalan Pengayoman, Kota Mamuju ini ambruk berantakan.
Selain itu, pagar keliling rumah jabatan sekkab Mamuju juga rubuh. Tanah longsor juga terjadi di jalan poros Mamuju-Majene, tepatnya di wilayah Onang. Pasien Rumah Sakit Mitra Manakarra, Mamuju terpaksa dievakuasi ke tempat aman. Rumah warga di Tapalang juga mengalami kerusakan.
Banyak warga yang mengungsi ke kawasan pintu gerbang kota Mamuju. Hal ini memicu terjadinya kemacetan yang cukup parah, karena pengungsi datang dengan mengendarai kendaraannya masing-masing.
Masyarakat Mamuju langsung berhamburan keluar rumah. Mereka mencari lokasi yang aman di wilayah ketinggian. Salah satunya di kawasan pintu gerbang kota. Warga berkumpul di tempat ini dengan menggunakan kendaraannya masing-masing. Akibatnya, kemacetan pun tak terhindarkan.

Hendrik, seorang warga yang ditemui, mengatakan guncangan gempa cukup besar. ”Isi rumah sampai berhamburan. Seluruh tetangga berlarian ke luar dan langsung mengungsi ke wilayah ketinggian,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Ali Rahman yang dihubungi, kemarin sore mengatakan pihaknya telah mendirikan lokasi pengungsian di sejumlah titik. Di antaranya tenda pengungsian di RS Mitra Manakarra, serta di Jalan Diponegoro. Ada pula posko pengaduan bagi masyarakat.
Untuk kondisi di Tapalang sendiri, Ali Rahman masih menunggu laporan dari personelnya yang berada di lapangan. ”Mereka masih melakukan pendataan di lokasi. Tapalang merupakan daerah yang paling dekat dengan pusat gempa di Mamuju,” ujarnya.
Terkait kerusakan di rujab ketua DPRD Sulbar dan sekkab Mamuju, Ali Rahman sudah menginstruksikan anggotanya untuk melakukan pengecekan, dan selanjutnya dilaporkan apa saja yang mengalami kerusakan.
Dihubungi terpisah, Kepala Perawatan Unit Gawat Darurat (UGD) RS Mitra Manakarra Ana, mengatakan saat gempa terjadi seluruh perawat, dokter, dan pasien langsung panik. Mereka berhamburan keluar dan pasien diungsikan. ”Untuk sementara pasien tinggal di bawah tenda yang berada di luar gedung rumah sakit, karena dikhawatirkan terjadi gempa susulan,” ujar Ana. (*/rus)

Komentar Anda





Comments
To Top
.