Bisnis

BI Perpanjang Pelongggaran Aturan Terkait Transaksi KK


JAKARTA, BKM — Bank Indonesia (BI) memperpanjang pelonggaran aturan terkait transaksi kartu kredit (KK) kepada nasabah. Pelonggaran itu mulai dari diskon bunga hingga denda atas keterlambatan pembayaran cicilan.
Semula kebijakan relaksasi diberlakukan mulai Mei 2020 dan berakhir pada Desember 2020. Namun kini, semua kebijakan diperpanjang sampai tahun 2021 ini. Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, merinci tiga kebijakan terkait kartu kredit yang diperpanjang bank sentral nasional.
Pertama, penurunan bunga maksimal kartu kredit dari 2,25 persen menjadi 2 persen per bulan. ”Penurunan batas maksimum suku bunga kartu kredit masih berjalan sampai ada assesment terkait penyesuaian sesuai kondisi perekonomian dan pertimbangan sustainabilitas industri,” ungkap Erwin, seperti dikutip dari salah satu media.
Erwin mengatakan, pelonggaran kebijakan ini tidak ada batas waktu tertentu pada tahun ini. Namun, BI akan mengevaluasinya lagi ke depan. Kedua, kebijakan penurunan pembayaran minimum dari sebelumnya 10 persen menjadi hanya 5 persen dari total tagihan pemegang kartu kredit.
”Penurunan batas minimum kartu kredit yang berlaku sampai 31 Desember 2021,” jelasnya.
Ketiga, kebijakan denda atas keterlambatan pembayaran dari sebelumnya 3 persen atau maksimal Rp150 ribu menjadi hanya 1 persen atau maksimal Rp100 ribu. ”Penurunan denda keterlambatan pembayaran kartu kredit yang berlaku sampai 30 Juni 2021,” pungkasnya. (int)

Komentar Anda





Comments
To Top
.