Headline

Mabuk, Anak Tega Aniaya Ibu Kandung


GOWA, BKM — Gegara ditegur, seorang anak bernama Yusuf Dg Muntu bin Dg Upa (40) tega menganiaya ibu kandungnya sendiri, Basse Dg Sirung binti Dg Lemang (58) pada Senin (11/1) pukul 16.30 Wita. Peristiwa tersebut terjadi di Alur C Lingkungan Parang Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Karena menganiaya ibunya sendiri, akhirnya Yusuf kini harus berurusan dengan polisi. Ia ditangkap dan menjalani proses pemeriksaan di Polsek Parangloe sejak Senin malam (18/1).

Kapolsek Parangloe Iptu Kasmawati yang dikonfirmasi, membenarkan penangkapan Yusuf. Ia menjelaskan bahwa Yusuf yang selama ini berdomisili di Dusun Moncong Tanah, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa telah dilaporkan menganiaya ibunya. Hal itu berdasarkan laporan nomor: LP.B/01/I/2021/Reskrim tanggal 13 Januari 2021. Yusuf kini mendekam di Polsek Parangloe
.
“Jadi kronologisnya, pelaku menganiaya ibu kandungnya dengan cara mencakar dan menarik rambut serta memukul kepala menggunakan tangan. Kekerasan yang dilakukan pelaku ini diduga motifnya karena pengaruh minuman keras. Di saat mabuk, korban menegur pelaku yang membuatnya menjadi emosi dan menganiaya korban,” terang kapolsek.
Ditambahkan Iptu Kasmawati, pelaku datang dan akan masuk ke rumah korban. Saat berada di TKP, pelaku melihat adiknya bernama Yusmiati bersama  temannya sedang memperbaiki motor.

Yusuf kemudian menegur sang adik. Adiknya berbali dan membentak. Bentakan adiknya ini membuat Yusuf marah. Melihat kakaknya marah, sang adik lalu berteriak  meminta tolong.

Mendengar teriakan Yusmiati, ibu kandung Yusuf mendatangi TKP kemudian memarahi pelaku. Namun sayang, pelaku yang tersulut emosi dan di bawah pengaruh miras langsung saja  mencakar punggung sang ibu hingga bajunya sobek. Setelah itu korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari melalui pintu belakang dapur.
Karena tidak berhasil menangkap korban, pelaku mengejar adiknya. Tapi juga tidak berhasil. Pelaku kemudian melihat korban berada di samping rumah. Ia menghampiri dan terus saja menganiaya dengan cara menarik rambut dari belakang, lalu memukul kepala dengan tangan kiri sebanyak satu kali hingga korban terjatuh ke tanah.

“Kondisi korban saat ini mengalami luka lebam pada punggung dan telinga sebelah kanan belakang. Juga luka cakaran pada punggung belakang. Pelaku dijerat pasal 44 (2) tentang KDRT dengan ancaman 10 tahun penjara, atau pasal 351 (1) KUHPidana yang ancaman hukumannya tiga tahun penjara,” jelas Iptu Kasmawati. (sar)

Komentar Anda





Comments
To Top
.