Headline

Parangi Sahabat Gegara Rekening Poker


SIDRAP, BKM — Persahabatan dua warga di Sidrap bubar lantaran hal sepele. Mereka adalah La Tuwo (32) dan Jufriandi alias La Dadi (35). Mereka berdomisili di kampung yang sama, yakni Desa Kalosi, Kecamatan Dua Pitue.
Kedua pemuda ini bertikai lantaran La Tuwo tersinggung atas tindakan La Dadi. La Tuwo pun memarangi La Dadi karena tersinggung saat berboncengan motor di Kalosi, tempat yang menjadi lokasi kejadian, Selasa (19/1) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Akibatnya, korban mengalami luka menganga di tangan kiri dan kanan karena mencoba menangkis tebasan parang panjang milik pelaku. La Dadi menderita luka terbuka sedalam 7 sentimeter di lengan kanan. Siku tangan kiri nyaris putus akibat tebasan parang panjang berukuran 60 sentimeter.
Berdasarkan laporan ke Polsek Dua Pitue sesaat setelah kejadian, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. La Tuwo diciduk di rumahnya sejam setelah menganiaya korban.
Kapolres Sidrap melalui Kapolsek Dua Pitue AKP Andi Mappahaerul, membenarkan penganiayaan korban dan penangkapan pelaku. “Tadi malam (Selasa malam) anggota kami berhasil mengamankan pelaku dengan barang bukti sebilah parang panjang berukuran 60 sentimeter,” ucapnya, Rabu (20/2).
Ia lalu menjelaskan kronologis kejadian. Berawal saat korban bersama pelaku saling berboncengan. Ketika itu terjadi kesalahpahaman di antara mereka. Pelaku memukul korban dan memaranginya. ”Saat kejadian, pelaku membonceng korban. Ketika berada di TKP, La Tuwo tersinggung pada korban karena pembelian rekening poker yang dipakai oleh mereka tidak dibagi rata. Dia merasa dibodoh-bodohi oleh korban soal rekening itu. Karena korban sudah mendapat pembeli namun tidak disampaikan ke pelaku,” papar Andi Mappahaerul.
Padahal, lanjut dia, keduanya merupakan sahabat sejak kecil. Mereka selalu jalan bersama ke mana pun pergi. “Itu dia, mereka bersahabat sejak kecil. Namun hanya persoalan sepele mereka bertengkar hingga pelaku memarangi sahabatnya sendiri,” terangnya lagi.
Akibat kejadian tersebut, korban hingga saat ini masih sangat kritis. Ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Nene’ Mallomo, Sidrap.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam pasal 354 ayat (1) KHUP 90 3512 tentang penganiayaan berat yang menyebabkan luka dan cacat permanen dengan pidana penjara maksimal 8 delapan tahun kurungan badan. (ady/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.